Latihan Menulis, Cara Bikin Penyandang Disabilitas Netra dan Tuli Lebih Mudah Suarakan Aspirasi

Pelatihan teknik dasar penulisan artikel populer atau opini adalah sarana bagi penyandang disabilitas untuk tetap dapat berkarya dan menyuarakan pendapat.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 30 Juni 2025, 15:00 WIB
Latihan Menulis, Cara Bikin Penyandang Disabilitas Ganda Lebih Mudah Suarakan Aspirasi. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta Menulis adalah salah satu cara mengekspresikan nilai dalam diri setiap orang termasuk penyandang disabilitas ganda netra dan Tuli.

Hal ini disampaikan Koordinator Bidang Media dan Informasi sekaligus Pembimbing KKN Talenta Pusat Informasi dan Humas (PIH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fauziah Muslimah, M.I.Kom.

Koordinator sekaligus Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta ini menjelaskan, menulis adalah kebutuhan setiap orang. Maka dari itu, ia dan para mahasiswa menggelar pelatihan menulis untuk penyandang disabilitas netra dan Tuli di Yayasan Pelita Indonesia, pada Sabtu 28 Juni 2025.

Dalam paparannya, ia menyampaikan teknik dasar penulisan artikel populer atau opini sebagai sarana bagi penyandang disabilitas untuk tetap dapat berkarya dan menyuarakan pendapat.

“Teknik penulisan dasar seperti 5W1H (what, where, when, why, who, how) dalam pokok penulisan menjadi landasan utama teman-teman untuk menulis. Jika rumus ini sudah terpenuhi, maka akan jadi satu artikel utuh,” jelasnya.

Koordinator penyelenggara pelatihan, Alice, mengungkapkan, tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas sensorik ganda Tuli-netra, mengingat akses terhadap pelatihan yang inklusif dan ramah disabilitas masih terbatas. Acara ini adalah kerjasama Yayasan Pemberdayaan Disabilitas Tuli-Buta Indonesia (Pelita) dengan Sasana inklusi dan gerakan advokasi difabel (SIGAB).

“Harapannya pelatihan ini menjadi pengalaman baru untuk teman-teman disabilitas sekaligus motivasi untuk terus berkembang walaupun kami memiliki keterbatasan,” ungkap Alice mengutip laman UIN Jakarta, Senin (30/6/2025).

 

Latihan Menulis Harus Berlanjut

Latihan Menulis, Cara Bikin Penyandang Disabilitas Ganda Lebih Mudah Suarakan Aspirasi. Foto: UIN Jakarta.

Salah satu peserta disabilitas yang mengikuti pelatihan menulis, Firmansyah, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat.

“Kegiatan yang sangat positif untuk saya, saya menjadi lebih paham tentang cara menulis sesuai dengan teknik kepenulisan yang telah disampaikan oleh narasumber," ungkap Firmansyah.

Dia mengaku mendapat wawasan baru dari pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan menulis ini perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Pelatihan menulis harus sering dilakukan agar kemampuan menulis saya dan teman-teman disabilitas dapat berkembang serta menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dan menginspirasi banyak orang,” jelasnya.

 

Harap Bawa Dampak Positif

Lebih lanjut, narasumber pelatihan menulis, Fauziah Muslimah, menyampaikan harapannya sekaligus ungkapan apresiasi kepada para peserta yang antusias mengikuti pelatihan menulis ini.

"Pelatihan ini kami harapkan bisa membawa dampak positif dan manfaat bagi teman-teman disabilitas tuli-buta. Saya terkesan dengan semangat peserta yang antusias, meskipun ada keterbatasan, mereka tetap mendengarkan dan menyimak materi dengan berbagai media pembelajaran," jelas Fauziah.

Acara ini juga melibatkan tim jurnalis KKN Talenta dari Pusat Informasi Humas UIN Jakarta. Dalam pelatihan ini, tim KKN Talenta bertugas menjadi fasilitator selama pelatihan berlangsung untuk memberi penjelasan kepada peserta tentang teknik penulisan.

Sesi kedua pelatihan menulis akan berlangsung pada Jumat, 4 Juli 2025 dengan materi penulisan rilis pers untuk lembaga.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya