Harga Kripto Hari Ini 30 Juni 2025: Bitcoin Cs Kompak Menghijau

Keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,34 triliun atau setara Rp 54.040 triliun, menguat sekitar 1,35 persen dalam sehari terakhir. Bitcoin masih menguasai pasar kripto.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 30 Juni 2025, 08:00 WIB
Krpto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali menguat. Bitcoin naik 0,96 persen dalam 24 jam dan 7,39 persen sepekan. Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada Senin (30/6/2025) pukul 06.30 WIB. Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali menguat. Bitcoin naik 0,96 persen dalam 24 jam dan 7,39 persen sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 108.375 per koin atau setara Rp 1,75 miliar (asumsi kurs Rp 16.179 per dolar AS).

Ethereum (ETH) masih menguat. ETH naik 2,57 persen sehari terakhir dan 10,84 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 40,5 juta per koin.

BNB dan ADA juga Menguat 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik 0,95 persen dan 5,01 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 10,6 juta per koin.

Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona hijau. ADA tumbuh 2,39 persen dalam sehari dan 5,89 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 9.399 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali menguat. SOL terbang 1,58 persen dalam sehari dan 14,75 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,48 juta per koin.

XRP kembali berada di zona hijau. XRP menguat 1,34 persen dan 8,52 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 35.892 per koin.

Koin Meme DOGE

Koin Meme Dogecoin (DOGE) kembali menguat. Dalam satu hari terakhir DOGE naik 3,61 persen dan 10,98 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.753 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, keduanya menguat masing-masing 0,01 persen dan 0,03 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,34 triliun atau setara Rp 54.040 triliun, menguat sekitar 1,35 persen dalam sehari terakhir.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Semester II 2025 jadi Momen Krusial Industri Kripto

Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

Sebelumnya, menyambut semester kedua 2025, platform perdagangan aset kripto Upbit Indonesia membagikan pandangannya terkait perkembangan dan potensi industri kripto di Indonesia dan global.

Di tengah dinamika regulasi dan kemajuan teknologi, Upbit melihat sejumlah faktor penting yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ini.

Chief Operating Officer (COO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi mengungkapkan paruh kedua 2025 akan menjadi momen krusial untuk menguji ketahanan dan potensi industri aset digital.

"Kami melihat sejumlah sinyal positif dari sisi adopsi institusional, penggunaan blockchain di aset dunia nyata, hingga ekspansi aplikasi Web3 di berbagai sektor,” ujar Resna dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Sabtu (28/6/2025).

Setelah melalui semester pertama yang penuh dengan perkembangan signifikan dan optimisme pasar, Resna mengatakan, pelaku industri dan investor kini menatap semester kedua 2025 dengan ekspektasi baru.

 

 

Pendorong Utama Pasar Kripto

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Resna membeberkan tiga pendorong utama potensi pasar kripto pada paruh kedua 2025. Pertama, adalah meningkatnya keterlibatan institusi keuangan global dalam aset kripto.

Melalui produk-produk seperti ETF berbasis kripto dan tokenisasi aset tradisional, institusi tidak hanya menjadi katalis pertumbuhan volume transaksi, tetapi juga menjadi sumber validasi yang penting bagi investor ritel.

Pendorong kedua, adalah meningkatnya penggunaan Blockchain untuk Real-World Assets (RWA).Resna menyebut, adopsi blockchain kini tidak lagi terbatas pada sektor keuangan digital semata.

"Penggunaan teknologi ini untuk merepresentasikan aset fisik seperti properti, surat utang, dan komoditas menghadirkan cara baru dalam mengelola dan memperdagangkan aset secara transparan, efisien, dan tanpa batas geografis,” papar Resna.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya