Terungkap Penyebab Pesawat Batik Air Mendarat Miring di Bandara Soekarno-Hatta

Dalam video viral di media sosial, pesawar Batik Air sempat miring ke arah kanan. Bahkan terlihat salah satu mesin pesawat hampir menyentuh landasan pacu.

oleh Arief Rahman HDiperbarui 05 Juli 2025, 17:09 WIB
Viral Pesawat Batik Air mendarat miring di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). (Foto: Instagram @velljet.vjt / @adhitya_kasim)

Liputan6.com, Jakarta Viral video sebuah pesawat maskapai Batik Air mendarat dalam keadaan miring di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kecepatan angin menjadi penyebab pesawat Batik Air terlihat tidak stabil saat mendarat.

Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan kejadian itu menimpa pesawat Batik Air dengan registrasi PK-LDJ. Hal tersebut terjadi pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Danang menyampaikan, prosedur pendaratan pesawat sudah dilakukan secara sesuai. Namun, terdapat peningkatan kecepatan angin samping (crosswind) saat pesawat mendekati landasan pacu.

"Berdasarkan hasil pengecekan dan koordinasi dengan tim operasional, diketahui bahwa terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) saat fase pendekatan ke landasan pacu," kata Danang dalam keterangannya, Minggu (29/6/2025).

Mesin Pesawat Hampir Sentuh Landasan

Sebagaimana diketahui, dalam video viral di media sosial, pesawar Batik Air sempat miring ke arah kanan. Bahkan terlihat salah satu mesin pesawat hampir menyentuh landasan pacu. Meningkatnya hembusan angin samping yang menyebabkan hal tersebut.

"Arah angin tidak berubah, namun kecepatannya bertambah. Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi (batas maksimal) kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat," ungkap Danang.

 

Langsung Diperiksa

Pesawat Airbus 330-300CEO registrasi PK-LDY Batik Air berada di Batam setelah mendarat dari Wuhan. (Dok Lion Air Group)

Danang menjelaskan, usai kejadian tersebut pesawat langsung diperiksa secara menyeluruh. Meski mesin pesawar hampir mengalami benturan, namun tak ditemukan adanya kerusakan.

Setelah proses pengecekan selesai, armada Batik Air dinyatakan masih layak untuk melanjutkan operasional penerbangan.

"Setelah proses pendaratan, tim teknisi melakukan inspeksi menyeluruh terhadap pesawat. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan kerusakan, dan pesawat dinyatakan aman serta layak untuk melanjutkan operasional," kata Danang.

Insiden Lainnya

Ilustrasi penerbangan Batik Air (Istimewa)

Masih di hari yang sama, pesawat Batik Air lainnya yang melayani rute Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Silampari, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, terpaksa putar balik (return to base) akibat cuaca buruk.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa cuaca di Bandara Silampari berada di bawah ambang minimum untuk proses pendaratan. Jarak pandang hanya 1.000 meter disertai hujan badai dan awan cumulonimbus.

Pesawat yang mengangkut 141 penumpang tersebut dijadwalkan tiba pukul 15.20 WIB. Namun karena kondisi tidak kunjung membaik meski sempat dilakukan prosedur go around dan holding, pilot akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.40 WIB.

Keputusan tersebut diambil demi keselamatan penerbangan dan telah sesuai dengan standar prosedur penerbangan internasional.

Kedua insiden ini menegaskan pentingnya faktor cuaca dan kecepatan angin dalam dunia penerbangan, serta keputusan cepat dan tepat dari awak pesawat untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya