System of A Down: Band Metal Ikonik dengan Lirik Sosial yang Kritis

System of A Down, band heavy metal Amerika-Armenia yang terkenal karena liriknya yang kritis terhadap isu sosial, terus aktif melakukan tur meski belum ada album baru sejak 2005.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 30 Juni 2025, 15:00 WIB
Vokalis System of a Down Serj Tankian, kanan, gitaris Daron Malakian, kiri, dan drummer John Dolmayan, tengah, tampil di Konser $2 Bill MTV2 di Webster Hall di New York, Selasa, 22 November 2005. Band tersebut tampil untuk mendukung rekaman terbaru mereka, "Hypnotize." (Foto AP/Henny Ray Abrams)

Liputan6.com, Jakarta System of A Down adalah band heavy metal Amerika-Armenia yang dibentuk di Glendale, California, pada tahun 1994. Band ini dikenal karena liriknya yang sadar sosial dan musik yang unik. Siapa saja anggota band ini? Band ini terdiri dari Serj Tankian (vokal utama, kibor), Daron Malakian (gitar, vokal), Shavo Odadjian (bass, vokal latar), dan John Dolmayan (drum).

Mengapa System of A Down begitu populer? Mereka terkenal karena liriknya yang mengkritik perang, kekerasan, dan penindasan.

Kapan mereka mencapai puncak kesuksesan? System of A Down telah mencapai kesuksesan komersial dengan merilis lima album studio, tiga di antaranya debut di nomor satu di Billboard 200.

Di mana System of A Down dibentuk? Band ini dibentuk di Glendale, California. Bagaimana perjalanan karier mereka hingga saat ini?

Meskipun sempat hiatus, mereka telah berkumpul kembali untuk tur sesekali, dan pada tahun 2020 merilis dua lagu baru, "Protect the Land" dan "Genocidal Humanoidz".


Lirik Sosial yang Kritis dari System of A Down

Serj Tankian, dari kiri, Daron Malakian, John Dolmayan, dan Shavo Odadjian, dari System of a Down, berpose di ruang pers pada acara tahunan ke-25 KROQ Almost Acoustic Christmas di The Forum pada hari Sabtu, 13 Desember 2014, di Inglewood, California. (Foto oleh John Shearer/Invision/AP)

Salah satu ciri khas System of A Down adalah lirik mereka yang sadar sosial. Lagu-lagu mereka seringkali mengkritik perang, kekerasan, dan penindasan. Contohnya, lagu "Holy Mountains" meningkatkan kesadaran akan Genosida Armenia, peristiwa yang memengaruhi keluarga Serj Tankian.

Lirik-lirik ini membuat System of A Down relevan dan bermakna bagi banyak pendengar. Mereka tidak hanya menyajikan musik yang keras dan energik, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan penting tentang isu-isu sosial dan politik. Hal ini menjadikan mereka lebih dari sekadar band metal biasa.

Pengaruh politik dalam musik mereka sering dibandingkan dengan band-band seperti Rage Against the Machine. System of A Down tidak takut untuk menyuarakan pendapat mereka dan mengkritik ketidakadilan, yang membuat mereka disukai oleh banyak penggemar yang peduli dengan isu-isu sosial.


Kesuksesan Komersial dan Penghargaan System of A Down

Anggota Kongres George Radanovich membahas Genosida Armenia dengan personel band System of a Down: Serj Tankian, penyanyi utama dan John Dolmayan, drummer, pada 25 April 2006. (Via Wikimedia Commons/Office of Congressman George Radanovich)

System of A Down telah mencapai kesuksesan komersial yang signifikan. Mereka telah merilis lima album studio, tiga di antaranya debut di nomor satu di Billboard 200. Band ini telah menjual lebih dari 40 juta rekaman di seluruh dunia, menunjukkan popularitas mereka yang luas.

Lanjut Baca:

Selain kesuksesan komersial, System of A Down juga telah menerima pengakuan dari industri musik. Mereka telah dinominasikan untuk empat Grammy Awards, dan lagu mereka "B.Y.O.B." memenangkan Grammy Award untuk Best Hard Rock Performance pada tahun 2006. Penghargaan ini membuktikan kualitas musik mereka dan pengakuan dari para ahli. Dua single mereka, "Aerials" dan "Hypnotize", mencapai nomor satu di tangga lagu Alternative Songs Billboard. Pencapaian ini menunjukkan daya tarik lintas genre dari musik System of A Down, yang mampu menarik perhatian pendengar dari berbagai latar belakang musik.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya