Cerita Tubagus Haerul Jaman Fokus Atasi Gizi Buruk di Serang

Melalui kolaborasi lintas sektor, pelaksanaan program MBG diharapkan mampu menciptakan dampak nyata

oleh Liputan6.comDiperbarui 28 Juni 2025, 15:13 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman. (Ist)

Liputan6.com, Serang Anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman mengatakan terus folus mengatasi berbagai persoalan terkait gizi buruk di Serang. 

Salah satunya dengan meningkatkan sosialisasi makan bergizi gratis (MBG). Ia menyampaikan, program MBG menitikberatkan pada pemberian akses makanan bergizi gratis kepada anak-anak, ibu hamil, ibu hamil dan balita sebagai langkah awal menuju pemenuhan gizi nasional.

“Program ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan generasi emas yang sehat dan berdaya saing,” ujar Tubagus Haerul Jaman, saat sosialisasi MBG di Serang Banten, Rabu (25/6/2025).

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan prioritas utama menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pelaksanaan program ini diharapkan mampu menciptakan dampak nyata yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 

“Kami percaya, dengan dukungan aktif dari semua pihak, mulai dari masyarakat hingga pemangku kepentingan, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik. Anak-anak kita adalah pilar bangsa yang harus kita jaga dan persiapkan untuk menghadapi tantangan global,” tambahnya.

BGN mengintensifkan sosialisasi program ini ke berbagai komunitas, termasuk melibatkan Karang Taruna sebagai mitra strategis. Organisasi pemuda diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam implementasi dan pengelolaan program di masa depan. 

Pengelolaan Sampah

Saat ini, di Provinsi Banten terdapat 43 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, dengan 35 unit tambahan dalam tahap pembangunan.

Tenaga Ahli BGN Ikeu Tanziha menyampaikan bahwa SPPG atau yang dikenal sebagai "Dapur Gizi," dirancang untuk memberikan menu bergizi seimbang, mencakup protein hewani, karbohidrat, sayuran, buah, dan susu. 

“Langkah ini bertujuan mendukung tumbuh kembang anak-anak secara optimal sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” ungkap Ikeu.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pihak yang tidak bertanggung jawab yang menawarkan jasa pendaftaran SPPG dengan biaya tertentu. “Pendaftaran hanya dilakukan melalui jalur resmi BGN,” tegasnya.

Sebagai langkah inovatif, pemerintah turut mengedepankan pengelolaan sampah di dapur SPPG untuk mendukung keberlanjutan. Sampah organik akan diolah menjadi kompos, sedangkan plastik akan didaur ulang. 

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, program ini diharapkan menjadi fondasi penting menuju Indonesia yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing global.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya