Ancelotti, Vinicius, dan Nomor 10 Brasil

Dalam rencana besar Ancelotti, satu nama menonjol sebagai pusat kekuatan baru Brasil: Vinicius Junior.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 27 Juni 2025, 23:08 WIB
Pemain Brasil Vinicius Junior merayakan gol timnya melawan Paraguay dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 di Neo Quimica Arena, Sao Paulo, Rabu, 11 Juni 2025. (AP Photo/Andre Penner)

Liputan6.com, Jakarta Carlo Ancelotti telah resmi memulai tugas barunya sebagai pelatih Timnas Brasil bulan ini. Pelatih asal Italia itu meninggalkan Real Madrid demi menerima tantangan memimpin Selecao.

Ini menjadi kali pertama Ancelotti menukangi sebuah tim nasional sepanjang kariernya. Ia kini bertanggung jawab membentuk skuad yang mampu bersaing untuk Piala Dunia 2026.

Di balik keputusan tersebut, Brasil ternyata sudah membidik Ancelotti sejak lama. “Brasil sudah mengikuti saya sejak lama, kami pertama kali menjalin kontak dua tahun lalu,” ujar Ancelotti, seperti dikutip Madrid Universal.


Vinicius dan Warisan Nomor 10

Brasil memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026. Vinicius Jr dan Bruno Guimaraes merayakan sukses ini di laga kontra Paraguay hari Rabu (11/06/2025) pagi WIB. (NELSON ALMEIDA / AFP)

Dalam rencana besar Ancelotti, satu nama menonjol sebagai pusat kekuatan baru Brasil: Vinicius Junior. Bintang Real Madrid itu diyakini akan jadi tulang punggung Selecao dalam beberapa tahun ke depan.

Ancelotti percaya Vinicius pantas mengemban tanggung jawab besar sebagai pemilik nomor 10. “Nomor 10 di Brasil adalah nomor yang sangat penting, yang memiliki beban besar,” kata sang pelatih.

“Saya pikir Vinicius, seperti yang lain, punya kualitas untuk mengenakan nomor ini karena dia punya kepribadian dan karakter... Namun, ke depan, ini bisa berubah,” lanjutnya.


Antara Gaya Amerika Selatan dan Eropa

Carlo Ancelotti, pelatih Brasil, terlihat sedang memberikan instruksi kepada para pemainnya di tengah laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Ekuador di stadion Banco Pichincha di Guayaquil, Ekuador, Kamis, 5 Juni 2025. (AP Photo/Dolores Ochoa)

Selain berbicara soal pemain, Ancelotti juga membandingkan gaya sepak bola Amerika Selatan dan Eropa. Ia menilai bahwa ada karakteristik berbeda yang membentuk kualitas kedua kawasan.

“Sepak bola Amerika Selatan berbeda dari sepak bola Eropa. Ada susunan genetik dengan lebih banyak kualitas,” ujar Ancelotti dalam wawancara tersebut.

“Di sepak bola Eropa memang ada kualitas, tapi ditambah dengan intensitas. Jika dibandingkan, saya pikir ada lebih banyak kualitas di sini, di Amerika Selatan, dan lebih banyak intensitas di Eropa,” tandasnya.


Pride dan Antusiasme Melatih Selecao

Ini menjadi kemenangan perdana bagi pelatih baru Brasil, Carlo Ancelotti. (NELSON ALMEIDA/AFP)

Keputusan Ancelotti untuk menerima tawaran Brasil bukan sekadar pilihan karier. Ia melihatnya sebagai kehormatan tinggi dan kesempatan unik dalam hidupnya sebagai pelatih.

“Saya memilihnya karena saya percaya melatih tim nasional Brasil adalah sebuah kebanggaan,” kata Ancelotti. “Ini adalah tim dengan sejarah terpanjang dalam sepak bola... Saya melakukannya dengan antusiasme tinggi.”

Pelatih berusia 66 tahun itu telah mulai menjalani tantangan barunya. Ia tahu tekanan besar yang ada, tapi juga melihat potensi besar dalam tim yang dipimpinnya.

Dengan Vinicius sebagai simbol generasi baru, dan Ancelotti sebagai nakhoda berpengalaman, Brasil berharap bisa mengembalikan kejayaan di panggung dunia. Piala Dunia 2026 adalah tujuan utamanya—dan mereka tak ingin gagal lagi.

Sumber: AS, Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya