Ciri-Ciri Diare pada Anak yang Perlu Segera di Bawa ke Dokter, Termasuk Ada Darah

Diare disertai darah merupakan satu ciri diare yang perlu segera diperiksakan ke dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 27 Juni 2025, 08:00 WIB
Ilustrasi Diare pada Anak https://www.freepik.com/8photo

Liputan6.com, Jakarta Diare merupakan masalah umum pada saluran cerna yang terjadi pada anak. Seorang anak disebut mengalami diare jika frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali per hari atau lebih sering dibandingkan biasanya. Lalu, konsistensi BAB lebih encer dibandingkan biasanya.

Orangtua juga tidak boleh menganggap enteng diare pada anak terutama bayi. Karena hal ini menyebabkan mereka mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

Maka dari itu penting bagi orangtua untuk meminta anak untuk meminta anak banyak minum atau tetap memberikan ASI pada bayi.

Lalu, pada anak berikan cairan pengganti atau oralit seperti disampaikan dokter spesialis anak subspesialis gastrohepatologi Himawan Aulia Rahman.

Pemberian cairan pengganti penting dilakukan karena diare membuat anak kehilangan cairan tubuh lewat feses, dengan komposisi tubuh anak yang didominasi oleh cairan maka ketika diare pemberian cairan pengganti perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas tubuh.

Orangtua bisa memberikan dengan patokan 10 mililiter (oralit) perkilogram setiap terjadi diare cair. Misalnya anak memiliki berat badan 10 kilogram artinya pemberiannya sebanyak 100 mililiter setiap terjadi diare cair

"Diare umumnya selesai dalam waktu kurang dari tujuh hari, dan perlu waspada bila lebih dari tujuh hari," kata Himawan.

Kapan Anak Diare Harus ke Dokter?

Selain itu, segera bawa ke dokter bila muncul ciri-ciri berikut saat anak diare:

  1. Frekuensi diare banyak
  2. Muntah berulang
  3. Anak tampak kehausan
  4. Tidak bisa minum
  5. Disertai demam
  6. Diare disertai darah.

Bila Anak Menunjukkan Tanda Dehidrasi

Himawan juga menganjurkan untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan bila anak sudah memperlihatkan tanda dehidrasi atau kekurangan cairan. 

Ditandai dengan:

  • tampak lemas
  • anak tampak kehausan
  • air mata berkurang
  • mata tampak ekung
  • kencing berkurang/pekat atau bisa melihat dari popok  jika masih pakai popok.
Infografis Taman-Taman Ramah Anak di Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya