Peran Perempuan dalam Ekonomi Keluarga, Sarawak dan PNM Jalin Sinergi

Kunjungan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan komunitas.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 27 Juni 2025, 05:30 WIB
Ilustrasi pemberdayaan perempuan. (Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pembangunan Wanita, Kanak-kanak, dan Kesejahteraan Komuniti Sarawak, Malaysia, Dato Sri Hajah Fatimah Abdullah, melakukan kunjungan kerja ke PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Jakarta, Rabu (25/6). Kunjungan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan komunitas.

Dalam suasana diskusi yang hangat di Menara PNM, Menteri Fatimah menyatakan kekagumannya terhadap pendekatan inovatif PNM dalam memberdayakan perempuan.

“Kami sangat kagum dengan apa yang kami lihat. Sistem yang dibangun di sini sudah jauh ke depan. Dengan dashboard-nya, kita bisa mendapatkan informasi secara real-time,” ungkap Dato Sri Hajah Fatimah Abdullah.

 

Pengenalan Program Mekaar

Pada kesempatan ini, delegasi Sarawak diperkenalkan dengan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Program ini menawarkan pembiayaan tanpa agunan sekaligus pendampingan usaha rutin kepada perempuan prasejahtera, menciptakan peluang bagi mereka untuk mandiri secara ekonomi.

Menteri Fatimah mengapresiasi pendekatan ini dan menyebutnya sebagai referensi menarik untuk pengembangan program pemberdayaan perempuan di Sarawak.

“Kami terbuka untuk mempelajari lebih lanjut sistem ini. Pendekatan yang tidak hanya menyediakan akses finansial, tetapi juga pendampingan, menjadi hal yang sangat relevan bagi upaya kami,” jelasnya.

 

Pertukaran Pengalaman dan Inspirasi

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyambut kunjungan ini dengan antusias. Ia menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai bagian integral dari kerja PNM sejak awal.

“Kami percaya, ketika perempuan diberi ruang untuk tumbuh, keluarga dan komunitas di sekitarnya juga akan berkembang. Kehadiran Ibu Menteri memberikan inspirasi baru bagi kami untuk terus memberikan dampak nyata bagi lebih banyak perempuan,” ujar Arief.

Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkuat visi bersama dalam mendorong agenda pemberdayaan berbasis komunitas.

“Baik PNM maupun Kementerian Sarawak memiliki visi yang sama, yakni perempuan berdaya adalah kunci masyarakat yang sejahtera. Dengan nilai Tumbuh, Peduli, dan Menginspirasi, kami akan terus berkomitmen menghadirkan program-program inovatif yang memberdayakan perempuan untuk memajukan ekonomi keluarga,” tambahnya.

Infografis Kilas Balik Penyelamatan dan Pelestarian Candi Borobudur. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya