Tradisi Anak Ambar, Cara Masyarakat Betawi Memelihara Hubungan dengan Roh Anak

Anak ambar adalah julukan bagi roh anak-anak yang meninggal dunia di usia muda. Julukan ini juga diberikan kepada roh anak yang meninggal saat belum cukup umur ketika dilahirkan.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 03 Juli 2025, 01:00 WIB
Ilustrasi pendekar Betawi (Deisy Rika/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Tradisi anak ambar telah lama hidup dalam lingkungan masyarakat Betawi. Tradisi ini dilaksanakan untuk memelihara hubungan atau ikatan dengan anak yang telah meninggal.

Anak ambar adalah julukan bagi roh anak-anak yang meninggal dunia di usia muda. Julukan ini juga diberikan kepada roh anak yang meninggal saat belum cukup umur ketika dilahirkan.

Mengutip dari laman Seni dan Budaya Betawi, nama anak ambar berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya menghilang. Selain digelar masyarakat Betawi, tradisi memelihara anak ambar juga dilakukan oleh keluarga Tionghoa.

Tradisi ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan spiritual. Sementara itu bagi orang Tionghoa, memelihara anak ambar dipercaya sebagai memelihara keberuntungan.

Anak ambar tak hanya berasal dari anak kandung, tetapi juga roh anak yang datang dan dirawat. Orang Betawi percaya bahwa roh anak yang telah meninggal dapat dipelihara atau disebut juga dengan roh el kawakib.

 

Dipelihara

Sama seperti anak-anak yang masih hidup, roh anak ambar juga dipelihara oleh orang tuanya dengan penuh kasih sayang. Orang-orang Betawi menyediakan kelambu kecil dalam pangkeng sebagai tempat tidur, pakaian, hingga sepatu.

Konon, anak ambar dapat membantu orang tuanya. Beberapa orang kerap meminta anak ambar untuk berkorban demi kekayaan pemeliharanya.

Sementara itu, masyarakat Tionghoa peranakan memperkaya tradisi tersebut dengan memberinya sepatu dan busana mini. Pada malam-malam tertentu akan disediakan sesajen khusus, terutama pada hari atau malam kematian sang anak. Sesajen yang disiapkan berupa pisang raja, telur ayam, dan air putih.
 


Beberapa kalangan masyarakat percaya anak ambar bisa memberikan kekayaan kepada ibunya atau orang yang mengadopsinya. Hal inilah yang menjadi salah satu latar belakang anak ambar diperlakukan seperti manusia hidup.


Konon, anak ambar bisa membantu mewujudkan segala permintaan dalam hal ekonomi, asmara, karier, usaha, pertemanan, hingga masalah-masalah spesifik lainnya. Selain itu, anak ambar juga dipelihara sebagai pelindung gaib agar terhindar dari ilmu gaib pihak lain.

Penulis: Resla

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya