Harga Kripto Hari Ini 26 Juni 2025: Bitcoin Perkasa, Ethereum dan Solana Lesu

Berikut pergerakan harga kripto jajaran teratas pada Kamis, (26/6/2025). Harga bitcoin naik 1,34% dalam 24 jam terakhir.

oleh Natasha AmaniDiperbarui 26 Juni 2025, 08:03 WIB
Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya mengalami pergerakan beragam pada Kamis, 26 Juni 2025.

Mengutip data dari Coinmarketcap, Kamis (26/6/2025) kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 1,34% dalam 24 jam dan 2,30% dalam sepekan. Harga Bitcoin hari ini berada di level Rp1.750.481.659,73.

Ethereum (ETH) melemah 0,97% dalam 24 jam dan 4,11% dalam sepekan. Harga ETH sekarang berada di level Rp39.471.355,76 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) menguat hingga 0,25% dalam 24 jam dan 0,08% dalam sepekan. Hal itu membuat USDT diperdagangkan seharga Rp16.338,08.

XRP menguat 0,01% dalam 24 jam dan 0,77% dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp35.673,95  per koin.

Harga Binance coin (BNB) menguat 0,62% dalam 24 jam dan 0,69% dalam sepekan. Harga kripto BNB kini dipatok Rp10.548.476,76 per koin.

Sementara itu, Solana (SOL) melemah 1,45% dalam sehari dan 1,99% dalam sepekan. Saat ini, harga SOL diperdagangkan di level Rp2.339.540,03 per koin.

Adapun harga kripto hari ini USD Coin (USDC) menanjak 0,24% dalam 24 jam dan 0,08% dalam sepekan. Nilai USDC hari ini berada di kisaran Rp16.328,93.

Sedangkan coin Meme Dogecoin (DOGE) merosot 0,36% dalam sehari dan 3,38% sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp2.687,20 per token.

Kemudian Cardano (ADA) melemah 3,19% dalam 24 jam terakhir dan 5,95% sepekan. Dengan begitu, harga ADA berada pada level Rp9.258,65 per koin. Tron (TRX) menguat 0,01% persen dalam 24 jam dan 0,10% sepekan. Harga TRX kini diperdagangkan Rp4.461,91.

Adapun keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD3,29 triliun, atau naik 0,49% dalam sehari terakhir.

 

Harga Bitcoin Dinilai Makin Kuat di Tengah Perang Iran Israel

Ilustrasi Mata Uang Kripto atau Crypto. Foto: Freepik/Pikisuperstar

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengungkapkan nilai Bitcoin cenderung tetap bertahan saat terjadi perang dalam beberapa waktu terakhir. Misalnya, konflik Rusia-Ukraina pada 2022, Israel-Gaza pada 2023, dan Iran-Israel 2025 tidak terlalu mengganggu harga Bitcoin.

"Konflik geopolitik meningkatkan ekspektasi inflasi global melalui lonjakan belanja fiskal, gangguan rantai pasok, dan kenaikan harga komoditas. Dalam jangka panjang, faktor-faktor ini cenderung menguntungkan Bitcoin,” ungkap Fyqieh dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/6/2025).

Misalnya, setelah serangan rudal Israel ke Iran pada 13 Juni 2025, harga BTC sempat turun, tetapi pulih kembali dalam beberapa hari. 

Bahkan, perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, mengakuisisi 10.001 BTC senilai USD 1 miliar pada 16 Juni, menunjukkan keyakinan institusional terhadap prospek jangka panjang aset ini.

BTC Tetap Sensitif pada Reaksi Pasar

Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Namun, Fyiqeh memperingatkan BTC tetap sensitif terhadap reaksi awal pasar terhadap perang, dengan kemungkinan tekanan jual sesaat setelah konflik pecah. Konflik internal seperti perang Tigray (2020) atau kudeta Myanmar (2021) tidak berdampak signifikan terhadap harga Bitcoin. 

"Hal ini menunjukkan bahwa dampak terhadap harga lebih ditentukan oleh kedekatan geopolitik dan keterlibatan pasar keuangan global," ucap dia.

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya