Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal ikan asing berbendera Vietnam yang melakukan aktivitas ilegal di perairan Laut Natuna Utara.
Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi pengawasan intensif KKP dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia.
Advertisement
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono, menyatakan bahwa operasi berhasil berkat sinergi antara petugas pengawasan dan masyarakat pesisir.
"Strategi ini sangat efektif, terutama di wilayah perbatasan Laut Natuna Utara," ujar Pung, Selasa (25/6/2025).
Sejak 2020, tercatat 147 kapal ditangkap di wilayah Kepulauan Riau, terdiri dari 85 kapal Indonesia dan 62 kapal asing. Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp2,1 triliun.
Pung menjelaskan bahwa wilayah Laut Natuna Utara, yang masuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711, memiliki potensi perikanan hingga 1,3 juta ton per tahun, menjadikannya sasaran utama kapal asing, terutama dari Vietnam.
Ia juga mengakui pengawasan di kawasan tersebut menghadapi banyak tantangan. Saat ini, hanya tiga kapal pengawas yang mampu menjangkau wilayah Natuna secara efektif, sementara kapal asing kerap melakukan perlawanan.
"Kadang mereka mencoba menabrak kapal pengawas atau melempar tali untuk merusak baling-baling," ungkap Pung.
Perbedaan klaim batas laut antara Indonesia dan Vietnam turut memperkeruh situasi di zona yang belum disepakati secara bilateral. Banyak laporan pelanggaran berasal dari nelayan lokal yang melihat aktivitas mencurigakan di perairan tersebut.
Pentingnya Peningkatan Anggaran KKP
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyatakan pentingnya peningkatan anggaran dan infrastruktur bagi KKP. “Menjaga laut Indonesia perlu semangat, infrastruktur, dan juga dukungan pendanaan,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, KKP juga tengah memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi, termasuk pengembangan Command Center dan sistem kendali digital untuk operasi laut.