Liputan6.com, Bandung - Kepercayaan terhadap hal-hal mistis dan ilmu hitam di Indonesia masih menjadi bagian dari kehidupan sebagian masyarakat hingga saat ini. Bahkan, di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi praktik-praktik gaib seperti teluh dan santet tetap dipercaya.
Adapun ilmu hitam tersebut masih diyakini memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kehidupan seseorang. Meskipun tidak semua orang percaya banyak masyarakat masih menyisakan rasa takut dan waspada terhadap keberadaan ilmu tersebut.
Advertisement
Kemudian salah satu jenis ilmu hitam yang cukup dikenal luas adalah teluh yang dipercaya dapat mengirimkan gangguan gaib kepada seseorang. Teluh sering dikaitkan dengan penggunaan media seperti boneka atau benda-benda tertentu yang dirapal dengan mantra.
Media tersebut biasanya dibuat khusus untuk mencelakai target dan sering kali teluh dipercaya dapat membuat seseorang mengalami sakit misterius, perubahan sikap, bahkan kematian tanpa penyebab medis yang jelas.
Selain teluh, ilmu hitam santet juga termasuk yang paling dikenal dan ditakuti di masyarakat Indonesia. Santet dipercaya sebagai bentuk serangan gaib yang dikirimkan dari jarak jauh menggunakan perantara jin atau roh halus.
Efeknya bisa berupa sakit fisik, mimpi buruk, hingga gangguan psikis dan sering disebut-sebut muncul karena dendam, iri hati, atau permusuhan pribadi. Dalam praktiknya, santet juga menjadi bagian dari cerita-cerita horor yang menyebar di berbagai daerah.
Kepercayaan terhadap ilmu teluh dan santet membuat masyarakat menjalani kehidupan dengan penuh kehati-hatian terutama dalam menjaga hubungan sosial. Meskipun sebagian besar masyarakat modern mulai berpikir rasional dan mengedepankan pendekatan medis.
Tidak sedikit masyarakat masih mempercayai keberadaan terhadap ilmu hitam seperti teluh dan santet sehingga menjadi salah satu bagian dari budaya lokal.