Liputan6.com, Lampung - Aksi kekerasan terjadi di tepi Sungai Way Sekampung, Pekon Gunungraya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Seorang pria berinisial WS (25) menganiaya tetangganya sendiri usai merasa terganggu saat memancing. Kapolsek Pagelaran AKP Sudirman membenarkan kejadian tersebut. Dia bilang, pelaku WS yang juga warga Pekon Gunungraya, kini telah diamankan pihak kepolisian setelah insiden tersebut mencuat. “Pelaku sudah kami amankan di rumahnya pada Minggu sore kemarin,” kata AKP Sudirman, Rabu (25/6/2025).
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban berinisial W (56), diketahui menderita luka robek akibat sabetan golok yang dilakukan pelaku di bagian tangan kanan.
Advertisement
Insiden bermula saat pelaku WS tengah memancing di aliran Sungai Way Sekampung. Tidak berselang lama, anak korban datang menggunakan perahu untuk memasang jaring ikan. Aktivitas itu rupanya membuat WS merasa terganggu.
WS kemudian menegur anak korban dan memilih meninggalkan lokasi. Namun, tidak lama setelah itu, korban W mendatangi WS untuk mengkonfrontasi kejadian tersebut. “Terjadi adu mulut antara keduanya, hingga akhirnya pelaku diduga melukai korban dengan sebilah golok,” tuturnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, WS mengakui aksi penganiayaan tersebut dilakukan secara spontan karena tersulut emosi. Dia juga menyebut sebelumnya sempat menerima pukulan dari korban menggunakan kayu dayung. “Bahkan WS mengaku sudah sempat meminta maaf sebelum kejadian terjadi, tetapi tetap tak bisa menahan emosinya,” terang dia.
Atas perbuatannya, pelaku WS kini ditahan dan menjalani proses hukum di Mapolsek Pagelaran. Dia dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian secara damai dalam menghadapi konflik. “Jangan mudah terpancing emosi. Apapun bentuk persoalan, selesaikan dengan cara baik-baik atau melalui jalur hukum yang berlaku,” kata dia.