Bursa Saham Asia Kompak Menguat Hari Ini

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada hari Rabu, karena investor mempertimbangkan gencatan senjata antara Israel dan Iran.

oleh Septian DenyDiterbitkan 25 Juni 2025, 08:47 WIB
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta Bursa saham Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada hari Rabu, karena investor mempertimbangkan gencatan senjata antara Israel dan Iran, serta komentar baru dari Federal Reserve AS. Ada optimisme yang berkembang bahwa  gencatan senjata  antara  Israel  dan  Iran  yang ditengahi oleh Presiden AS  Donald Trump kemungkinan akan terwujud.

Dikutip dari CNBC, Rabu (25/6/2025), S&P/ASX 200 Australia naik 0,13% saat dibuka. Kospi Korea Selatan naik 0,44%, sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil datar.

Indeks saham acuan Jepang, Nikkei 225naik 0,12%, sementara Topix turun 0,21%. indeks  sahamHang Seng Hong Kong berada pada level 24.341, menunjukkan pembukaan yang lebih tinggi dibanding penutupan terakhir HSI pada level 24.177,07.

Investor akan mencermati data inflasi Australia untuk bulan Mei. 

Kontrak berjangka AS hampir datar. Kontrak berjangka yang terkait dengan indeks S&P 500 secara umum turun 0,1%, begitu pula  kontrak berjangka Nasdaq 100. Kontrak  berjangka Dow Jones Industrial Average  turun 26 poin, atau 0,1%.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Selasa bahwa Fed berkomitmen untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana tarif dapat memengaruhi harga.

"(Para pembuat kebijakan) berada dalam posisi yang tepat untuk menunggu dan mempelajari lebih lanjut tentang kemungkinan arah perekonomian sebelum mempertimbangkan penyesuaian apa pun terhadap sikap kebijakan kami," kata Powell

Sepanjang malam di Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup lebih tinggi.  Indeks Dow Jones Industrial Average  naik 507,24 poin, atau 1,19%, dan ditutup pada level 43.089,02. Indeks  S&P 500  naik 1,11% dan ditutup pada level 6.092,18. Indeks pasar secara umum kini berjarak sekitar 0,9% dari level tertingginya dalam 52 minggu. Indeks  Nasdaq Composite  naik 1,43%, ditutup pada level 19.912,53. Indeks  Nasdaq 100  naik 1,53% dan mencapai rekor penutupan 22.190,52.

IHSG Diprediksi Menguat

Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,9% ke level 5.996,14. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat secara teknikal pada perdagangan Rabu, (25/6/2025). Namun, IHSG masih rawan koreksi jika belum kembali di atas 7.000.

"IHSG tepat untuk teknikal rebound sesuai ekspektasi, tapi masih rentan untuk kembali koreksi sepanjang belum break kembali di atas 7.000,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia mengatakan, jika IHSG hari ini kembali melanjutkan kenaikan  dapat dimanfaatkan untuk ambil untung. IHSG akan berada di level support 6.800-6.840 dan level resistance 6.950-7.000.

IHSG melesat 1,21% ke posisi 6.869 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih mampu berada di atas moving average (MA)60 harian pada perdagangan Selasa, 24 Juni 2025.

"Kami masih memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave B, sehingga IHSG masih rawatn melanjutkan koreksinya,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

 

Jangka Pendek

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Herditya mengatakan, dalam jangka pendek, IHSG akan menguji 6.783-6.835, tetapi waspadai akan ada lanjutan koreksi yang cukup dalam pada rentang area 6.561-6.721.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.752,6.632 dan level resistance 6.914,6.994 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Rekomendasi SahamUntuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya