Terungkap, Penyebab Kematian Wanita Berkalung Emas Huruf P di Persawahan Tuban

Satreskrim Polres Tuban membeberkan perkembangan kasus penemuan mayat perempuan mengenakan kalung emas berbandul huruf P di area persawahan.

oleh Ahmad AdirinDiperbarui 24 Juni 2025, 17:29 WIB
Mayat perempuan ditemukan di area persawahan Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (Liputan6.com/ Ahmad Adirin)

Liputan6.com, Tuban - Satreskrim Polres Tuban membeberkan perkembangan kasus penemuan mayat perempuan mengenakan kalung emas berbandul huruf P di area persawahan Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Senin (23/6/2025) pukul 10.30 WIB kemarin.

Korps Bhayangkara menyebut bahwa korban yang ditemukan tewas mengenaskan tersebut diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh kekasihnya.

"Pelaku yang tak lain adalah kekasih korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander.

Pelaku biadab itu bernama Sulthon Farid Ahmadi (25), pria kelahiran kabupaten Sidoarjo yang tinggal di Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Pria tersebut diringkus polisi kurang dari empat jam setelah geger penemuan mayat perempuan di area persawahan.

"Pelaku sudah diamankan. Pelaku diamankan di rumahnya," terang Kasat Reskrim Polres Tuban.

Kasus tersebut bermula ketika korban berinisial PR (22), seorang perempuan asal Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Dimana, ia menjalin asmara dengan pelaku kurang lebih dua bulan.

Kemudian, pelaku mengajak jalan-jalan korban untuk keliling desa. Lalu, sepasang kekasih tersebut terjadi cek-cok di area persawahan di lokasi kejadian.

"Terjadi perselisihan antara korban dan pelaku. Hingga terjadi peristiwa tersebut," terang AKP Dimas panggilan akrab Kasat Reskrim Polres Tuban.

 

Dibunuh Secara Brutal

Menurutnya, hasil pengakuan dari pelaku bahwa korban yang merupakan kekasihnya dipukul bagi belakang leher sebanyak tiga kali dengan menggunakan tangan kosong. Tak berhenti di situ, pelaku dengan brutal menghajar korban hingga kepalanya tersungkur masuk dalam lumpur sawah.

"Yang terakhir mengenai bagian wajah hingga korban tak sadarkan diri hingga korban tercebur ke dalam lumpur," terangnya.

Lebih lanjut, pelaku meninggalkan kekasihnya di area persawahan setelah puas menghajar korban hingga tak berdaya, dan ditemukan tewas secara tragis pada tiga hari kemudian. Kini, kasus tersebut ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Tuban, dan motif pelaku tega habisi nyawa kekasihnya karena asmara.

"Motifnya sendiri karena asmara, pertikaian antara sepasang kekasihnya," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya