WIFI Right Issue Rp 5,89 Triliun, Ini Jadwalnya!

Dari aksi korporasi ini, WIFI berpotensi menghimpun dana sebesar Rp 5,89 triliun. Dana tersebut akan disalurkan kepada entitas anak, yakni PT Jaringan Infra Andalan (JIA). Untuk apa?

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 24 Juni 2025, 11:25 WIB
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) berencana melakukan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) dengan nilai emisi maksimal mencapai Rp 5,89 triliun. Dana tersebut akan digunakan WIFI untuk memperluas jaringan internet berbasis Fiber To The Home (FTTH) di Pulau Jawa.

Mengacu pada prospektus yang dirilis pada 23 Juni 2025, Solusi Sinergi Digital akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,95 miliar saham baru dengan nominal Rp100 per saham. Aksi ini akan menambah porsi modal disetor hingga 55,56% setelah pelaksanaan rights issue.

Rasio hak memesan efek ditetapkan 4:5, artinya setiap pemegang 4 saham lama akan mendapatkan 5 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.000 per saham. Saham baru ini memiliki hak yang sama seperti saham lama, termasuk hak atas dividen dan saham bonus.

Jika seluruh HMETD dilaksanakan, maka Perseroan berpotensi menghimpun dana sebesar Rp 5,89 triliun. Dana tersebut akan disalurkan kepada entitas anak, yakni PT Jaringan Infra Andalan (JIA), yang kemudian akan meneruskan ke PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). IJE akan mengalokasikan dana sekitar Rp5,8 triliun untuk membangun jaringan FTTH sebanyak 4 juta homepass di Pulau Jawa, serta sisanya digunakan sebagai modal kerja.

 

Rencana Besar WIFI

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Proyek ini merupakan bagian dari rencana besar Grup untuk membangun 5 juta homepass hingga Semester I 2026, dengan estimasi kebutuhan dana sekitar Rp 7,25 triliun. WIFI menargetkan internet murah seharga Rp 100 ribu per bulan dan menjangkau hingga 40 juta pelanggan dalam lima tahun ke depan.

Dalam keterangannya, pemegang saham utama, PT Investasi Sukses Bersama (ISB), yang menggenggam 50,37% saham perseroan, menyatakan komitmennya untuk mengeksekusi seluruh HMETD miliknya senilai Rp 2,97 triliun. Hal serupa juga dilakukan oleh pengendali perseroan, Tinawati, dengan nilai pelaksanaan sebesar Rp 16,87 miliar.

 

Rincian Jadwal

Periode perdagangan HMETD di Bursa Efek Indonesia akan berlangsung pada 7–15 Juli 2025, sedangkan pencatatan saham hasil pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 9–17 Juli 2025. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi terdilusi hingga 55,56%.

Jika dana hasil rights issue tidak mencukupi, perseroan membuka opsi menggunakan kas internal maupun pembiayaan eksternal. WIFI menegaskan bahwa rencana penggunaan dana ini tidak termasuk dalam kategori transaksi benturan kepentingan sesuai POJK No. 42/2020.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya