Liputan6.com, Taipei - Seorang pria di Taiwan meninggal dunia akibat dugaan keracunan timbal setelah menggunakan termos berkarat selama lebih dari satu dekade, meskipun sudah terlihat tanda-tanda kerusakan pada logam wadah tersebut.
Kematian tragis ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan alat penyimpanan minuman sehari-hari, dikutip dari laman Oddity Central, Rabu (25/6/2025).
Advertisement
Menurut laporan media lokal, pria tersebut mulai mengalami gangguan kesehatan sekitar satu tahun lalu, hingga akhirnya didiagnosis mengalami infeksi paru-paru yang parah. Hasil tes darah menunjukkan bahwa ia telah terpapar logam berat dalam jangka waktu lama.
Saat para dokter menyelidiki kemungkinan sumber kontaminasi, mereka menemukan bahwa pasien menggunakan termos yang sama setiap hari selama lebih dari 10 tahun, meskipun bagian dalamnya sudah tampak berkarat. Ia kerap menggunakannya untuk menyimpan minuman asam seperti kopi, teh, jus, bahkan soda, yang dapat mempercepat peluruhan logam.
Meskipun menyadari termos tersebut sudah tampak rusak dan jelas bukan berbahan antikarat, pasien tetap menggunakannya, hanya membilasnya setiap kali selesai digunakan.
Tidak diketahui pasti kapan termos tersebut mulai melepaskan partikel logam berat ke dalam minumannya, namun ketika ia dirawat di rumah sakit, keracunan logam telah menggerogoti sistem imunnya secara signifikan.
Upaya Medis Tak Mampu Selamatkan
Upaya medis tidak mampu menyelamatkannya, dan ia akhirnya meninggal karena pneumonia kurang dari setahun setelah diagnosis awal.
Dokter yang menangani kasus ini memperkirakan bahwa racun dari termos kemungkinan terakumulasi secara perlahan, terutama ketika digunakan untuk minuman berkarbonasi seperti cola yang mempercepat reaksi kimia pada logam.
Kasus ini segera menjadi perhatian luas di Taiwan, dengan media dan otoritas kesehatan membagikannya sebagai kisah peringatan agar masyarakat lebih cermat terhadap kebersihan dan bahan dari perlengkapan makan dan minum mereka.
Para pakar kesehatan menyarankan agar masyarakat memilih termos yang menggunakan bahan baja tahan karat 304 dan tidak menggunakannya untuk menyimpan minuman asam secara rutin. Pembersihan yang cermat juga sangat penting, dan disarankan untuk mengganti termos setiap dua atau tiga tahun agar terhindar dari risiko kesehatan jangka panjang.