Miliarder Ini Pastikan Bitcoin Tetap Bernilai, Meski Harga Anjlok

Meski harga Bitcoin sedang turun tajam, miliarder Tim Draper tetap optimistis. Ia menyebut Bitcoin sebagai aset bernilai tinggi dan solusi terhadap risiko inflasi akibat kebijakan pemerintah.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Juni 2025, 17:45 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder dan investor kawakan Tim Draper menyampaikan pandangan optimis tentang Bitcoin, meski harga aset kripto tersebut sedang turun tajam. Draper menegaskan bahwa Bitcoin tetap "bernilai di mana saja" karena memiliki keunggulan unik yang tidak dimiliki aset lainnya.

Dikutip dari U.Today, Senin (23/6/2025), ia menyoroti beberapa kelebihan Bitcoin, seperti sistem yang terdesentralisasi, tahan sensor, mudah dicairkan (likuid), dan bisa digunakan secara global. Menurut Tim Draper, Bitcoin juga bisa menjadi perlindungan (hedge) dari pengeluaran berlebihan pemerintah yang bisa memicu inflasi.

Pernyataan ini muncul setelah pasar kripto terguncang. Dalam 24 jam terakhir, nilai aset kripto senilai sekitar USD 1 miliar dilaporkan telah dilikuidasi karena tekanan jual besar-besaran.

Untuk diketahui, Timothy Cook Draper yang lahir pada 11 Juni 1958 adalah investor modal ventura Amerika Serikat (AS), dan pendiri Draper Fisher Jurvetson (DFJ), Draper University, Draper Venture Network, Draper Associates dan Draper Goren Holm.

Investasinya yang paling menonjol termasuk Baidu, Hotmail, Skype, Tesla, SpaceX, AngelList, SolarCity, Ring, Twitter, DocuSign, Coinbase, Robinhood, Ancestry.com, Twitch, Cruise Automation, dan Focus Media.

Pada Juli 2014, Draper menerima liputan luas untuk pembeliannya di lelang Layanan Marshall AS atas Bitcoin yang disita dari situs web Silk Road. Draper adalah pendukung Bitcoin dan desentralisasi. 

Pernah Ramal Bitcoin Tembus USD 10.000 dan Tercapai

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Tim Draper dikenal sebagai investor awal Bitcoin dan salah satu pendiri perusahaan modal ventura sukses. Ia pernah dengan tepat memprediksi bahwa harga Bitcoin akan mencapai USD 10.000—yang akhirnya terbukti benar.

Namun, prediksi selanjutnya bahwa Bitcoin akan menyentuh USD 250.000 pada akhir 2022 belum terwujud hingga pertengahan 2025 ini. Meski demikian, Draper tetap yakin target tersebut akan tercapai pada tahun ini.

Ia menilai bahwa Bitcoin kini sudah menjadi investasi dengan risiko yang jauh lebih rendah dibanding sebelumnya, terutama karena semakin diterima secara luas.

Bitcoin vs Emas

Ilustrasi perbandingan antara aset safe haven emas dengan aset digital Bitcoin. (Foto by AI)

Tahun ini, harga emas memang menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan Bitcoin. Namun, Draper tetap berpendapat bahwa Bitcoin adalah aset unggulan karena tidak terikat batas negara atau kebijakan pemerintah.

Bahkan, Draper sempat menyatakan bahwa nilai Bitcoin bisa “naik tanpa batas” terhadap dolar AS—khususnya jika sistem keuangan tradisional mengalami krisis besar atau hiperinflasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya