Menyusuri Jejak Trofi AS Monaco: Klub Elite dari Negara Terkecil Kedua di Dunia

Klub ini berbasis di Fontvieille, sebuah distrik di Monako—negara berdaulat terkecil kedua di dunia setelah Vatikan.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 23 Juni 2025, 09:52 WIB
Pemain Monaco merayakan kemenangan bersama para pendukung mereka setelah memenangkan pertandingan sepak bola putaran pertama Liga Champions UEFA antara AS Monaco dan FC Barcelona di Stadion Louis II di Kerajaan Monaco pada 19 September 2024.Miguel MEDINA / AFP

Liputan6.com, Jakarta AS Monaco mungkin berasal dari salah satu negara terkecil di dunia, tapi warisan sepak bolanya cukup mewah. Klub ini berbasis di Fontvieille, sebuah distrik di Monako—negara berdaulat terkecil kedua di dunia setelah Vatikan. Meski secara geografis tak termasuk wilayah Prancis, Monaco tergabung sebagai anggota resmi Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).

AS Monaco kini berkompetisi di Ligue 1, kasta tertinggi sepak bola Prancis. Berdiri sejak 1918, mereka menjamu lawan-lawannya di Stade Louis II—stadion yang ikonik di tepian Laut Mediterania. Dengan warna merah-putih yang khas, Monaco terus memperkuat reputasinya sebagai salah satu klub elite di Prancis.

Nama-nama besar pernah membela panji Monaco. Mulai dari Thierry Henry, Kylian Mbappe, sampai Cesc Fabregas, semua pernah mencicipi seragam merah-putih. Kini, di bawah asuhan Adi Hutter, Monaco siap bersaing di Liga Champions musim 2025/26.


Delapan Kali Merajai Ligue 1

Striker Monaco, Kylian Mbappe, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Manchester City. Sementara ketiga gol dari Monaco dibukukan oleh Kylian Mbappe dan juga dua gol dari Radamel Falcao. (AP/Dave Thompson)

Ligue 1 adalah panggung utama AS Monaco di kancah domestik. Klub ini sudah mengoleksi delapan trofi juara liga, dengan yang pertama datang pada musim 1960/61 dan yang terakhir di musim 2016/17. Musim itu menjadi momen bersejarah berkat performa impresif tim asuhan Leonardo Jardim.

Pada musim 2016/17, Monaco mengakhiri musim dengan 95 poin, unggul delapan angka dari PSG. Lebih luar biasa lagi, mereka mencetak 107 gol dalam 38 pertandingan. Radamel Falcao mencatatkan 21 gol, sedangkan Kylian Mbappe, yang masih berusia belasan tahun, menyumbang 15 gol.

Daftar lengkap gelar Ligue 1 Monaco meliputi musim 1960/61, 1962/63, 1977/78, 1981/82, 1987/88, 1996/97, 1999/2000, dan 2016/17. Ini menjadikan mereka sebagai salah satu dari segelintir klub yang konsisten juara lintas dekade.


Koleksi Lengkap di Kompetisi Domestik

Gelandang Paris Saint-Germain, Angel Di Maria (kanan) berduel udara dengan gelandang AS Monaco, Aleksandr Golovin dalam laga final Coupe de France 2020/2021 di Stade de France, Paris, Rabu (19/5/2021). PSG menang 2-0 dan menjadi juara. (AFP/Franck Fife)

Selain Ligue 1, AS Monaco juga menyimpan koleksi trofi dari ajang-ajang domestik lainnya. Mereka telah lima kali menjuarai Coupe de France, yakni pada musim 1959/60, 1962/63, 1979/80, 1984/85, dan 1990/91. Turnamen ini dikenal sebagai piala paling prestisius di Prancis selain liga.

Satu-satunya gelar Coupe de la Ligue diraih pada musim 2002/03. Sementara itu, Trophee des Champions, atau Piala Super Prancis, berhasil dimenangkan empat kali—pada 1961, 1985, 1997, dan 2000. Dengan demikian, Monaco telah mencicipi hampir semua trofi domestik utama di sepak bola Prancis.

Lanjut Baca:

Meski status klubnya relatif kecil secara geografis, prestasi domestik Monaco sangatlah besar. Konsistensi mereka menjadi pesaing PSG, Marseille, dan Lyon menandakan stabilitas klub yang cerdas mengelola sumber daya dan bakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya