Puluhan Ribu Pelajar di Banyuwangi Turun Tangan Jaga Kebersihan Sungai Lewat Program Sekardadu

Program Sekardadu hadir untuk menjaga kebersihan sungai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan ribuan pelajar sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan.

oleh Gloria Trivena May AryDiperbarui 22 Juni 2025, 12:38 WIB
Bupati Ipuk meluncurkan Sekardadu 2025 di area Sungai Talun Bayun, Desa Bedewang, Kecamatan Songon, pada 19 Juni 2025.

Liputan6.com, Jakarta Sungai memiliki peran vital dalam kehidupan sebuah daerah. Selain menjadi sumber air bersih, sungai juga menunjang ekosistem dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai bukan hanya soal lingkungan, tapi juga keberlanjutan hidup bersama.

“Sungai yang bersih akan memberikan manfaat bagi kesehatan manusia, lingkungan, dan perekonomian. Sebaliknya, sungai yang tercemar dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, merusak ekosistem, dan mengganggu aktivitas manusia,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (22/6/2025). 

Untuk itu, Pemkab Banyuwangi secara rutin menggelar Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) sebagai upaya memelihara aliran sungai dengan melibatkan lembaga pendidikan. Program ini Sekardadu menjaga dan merawat kebersihan sungai, mulai daerah tangkapan air (hulu) hingga hilir dengan melibatkan ribuan pelajar. 

Hingga tahun 2024 Program Sekardadu melibatkan 27.780 pelajar SD hingga SMA dan berhasil merawat 65 sungai dan saluran air sepanjang 100.300 meter.

"Ini adalah program peduli lingkungan yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebagai daerah pariwisata menjaga kebersihan sungai dan saluran air adalah bagian dari komitmen Banyuwangi dalam menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” kata Bupati Ipuk.

Bupati Ipuk meluncurkan Sekardadu 2025 di area Sungai Talun Bayun, Desa Bedewang, Kecamatan Songon, pada 19 Juni 2025.

Ipuk melanjutkan program ini secara khusus juga punya misi untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Karenanya melibatkan pelajar sekolah mulai tingkat SD hingga SMA dan perguruan tinggi.

“Pelibatan pelajar dan mahasiswa di program ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter,” ujarnya.

Pada prakteknya di Program Sekardadu pelajar sekolah (SD-SMA) diberikan tanggung jawab merawat aliran sungai yang ada di sekitar lokasi mereka. Mereka rutin membersihkan serta mengedukasi warga sekitar untuk menjaga sungai seperti tidak membuang sampah ke sungai.

"Nantinya sekolah yang terlibat akan melaporkan aktivitas mereka lewat aplikasi Sekardadu. Jadi akan terpantau keaktifan pelaksanaan program juga sungai mana saja yang telah diintervensi," kata Ipuk.

Ditambahkan Sekretaris Dinas Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahrobi pada program Sekardadu tahun ini melibatkan 170 sekolah SD hingga SMA hingga perguruan tinggi. Mereka diberi tugas untuk merawat sungai dan saluran air. Penilaiannya meliputi kegiatan preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya