Saat MedcoEnergi Memberi Asa Warga Kurang Mampu Lewat Rumah Layak Huni

jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di rumah tak layak huni masih tergolong tinggi.

oleh NurmayantiDiperbarui 21 Juni 2025, 17:21 WIB
Kegiatan pembangunan rumah layak huni di Desa Sukamanah di Rajeg, Banten dihadiri langsung Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro dan jajaran Manajemen. Foto: Nurmayanti

Liputan6.com, Jakarta Tampak fondasi sudah terpasang di dua lokasi di Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Beberapa pria dan wanita dengan alat keselamatan bekerja juga terlihat tengah menyusun hebel untuk membangun dinding tembok rumah. Adapula yang sedang mengikat kawat ke besi penyangga rumah.

Inilah salah satu pemandangan di salah satu lokasi dari total 45 unit rumah yang dibangun PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) bagi masyarakat kurang mampu.

Untuk ketiga kalinya, perusahaan melalui Medco Foundation dan Habitat for Humanity Indonesia mengajak para pekerja bersama manajemen membangun 45 unit rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.  

Kegiatan ini dihadiri langsung Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro dan jajaran Manajemen beserta ratusan pekerja yang turut menjadi relawan. Acara ini juga merupakan rangkaian dari peringatan 45 Tahun MedcoEnergi. 

Ratusan relawan yang turun langsung membangun dinding rumah layak huni milik warga di lokasi tersebut berasal dari MedcoEnergi Grup serta Habitat for Humanity.

Seperti diketahui, jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di rumah tak layak huni masih tergolong tinggi. Berdasarkan Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 36,85 persen atau lebih dari sepertiga rumah tangga menetap di rumah tak layak huni. 

“Kondisi ini kembali mendorong manajemen dan pekerja MedcoEnergi bergerak, membantu warga Desa Sukamanah dengan menyediakan rumah layak huni,” ujar Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro.

Dia mengatakan, Medco Grup memang ingin menanamkan nilai-nilai berbagi kepada seluruh karyawan yang jumlahnya kini mencapai puluhan ribu. "Nilai berbagi merupakan salah satu ciri khas keluarga besar Medco Grup dan Pak Arifin," lanjut dia.

 

Di Area Operasi

Kegiatan pembangunan rumah layak huni di Desa Sukamanah di Rajeg, Banten dihadiri langsung Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro dan jajaran Manajemen. Foto: Nurmayanti

Pembangunan rumah layak huni ini, menurut dia, juga dilaksanakan di area-area operasi MedcoEnergi, seperti di area operasi minyak dan gas (migas) nya di South Sumatra Region (10 unit rumah) dan Blok Corridor (10 unit rumah ) di Sumatera Selatan, serta di area operasi geothermal PT Medco Power Indonesia di Blawan Ijen, (10 unit rumah) Jawa Timur.

Komitmen MedcoEnergi terhadap penyediaan hunian yang layak telah dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Program ini dimulai sejak tahun 2023 dengan pembangunan 10 unit rumah di Mauk, Tangerang, yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan 29 unit rumah pada tahun 2024 di Lokasi yang sama.Partisipasi aktif dari para pekerja dan manajemen menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan program ini dari tahun ke tahun.

Lebih jauh, semangat kepedulian ini juga diwujudkan di Aceh Timur. Melalui PT Medco E&P Malaka, MedcoEnergi melaksanakan program bedah rumah bagi masyarakat sekitar wilayah operasi pada tahun 2024. Langkah ini menegaskan komitmen MedcoEnergi untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah, tidak hanya di sekitar Jakarta, tetapi juga di sekitar area operasional perusahaan lainnya. 

 

Warga Semringah

Relawan ikut membantu membangun rumah layak huni yang digelar MedcoEnergi di Desa Sukamanah, Rajeg, Banten. Foto: Nurmayanti

Tentu program ini membuat warga sangat senang. "Dulu rumah saya bilik bambu dan sering bocor karena hujan, saya senang mau dibangunkan," ujar Jumah, Warga Sukamanah yang kebagian program pembangunan rumah.

Jumah mengaku selama ini sulit memperbaiki rumah karena kondisi suami yang hanya kerja serabutan. Tentu bantuan pembangunan rumah memberikan kebahagian bagi ibu 4 anak ini.

Kepala Desa Sukamanah Rohadi ikut menyampaikan rasa syukurnya. Diakui di desanya masih banyak warga yang belum memiliki rumah layak huni.

"Situasi kondisi dan kampung kami masih seperti ini, masih ada rumah dibuat dari bambu," jelas dia.

Dia pun berharap program ini terus berlanjut dengan penambahan jumlah rumah layak huni yang dibangun lebih banyak.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya