Kemenag Perkuat Kompetensi Mahasiswa Lewat Program PRIMA Magang PTKI

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menekankan pentingnya perubahan dalam sistem pendidikan tinggi keagamaan agar lulusan PTKI tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 21 Juni 2025, 09:31 WIB
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar (tim humas PTKI Kemenag).

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama (Kemenag PTKI) meluncurkan program PRIMA Magang PTKI. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menjelaskan, program tersebut hadir untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan daya saing lulusan PTKI, sekaligus menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi keagamaan menuju Indonesia Emas 2045.

"Program PRIMA Magang sangat sejalan dengan Asta Protas Kemenag atau 8 program prioritas Kemenag–khususnya dalam mendorong terciptanya pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi," kata Nasaruddin di Auditorium Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (21/6/2025). 

Selain itu, lanjut Nasaruddin, program tersebut sangat relevan karena bertujuan jelas, yakni membangun bangsa melalui peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), serta turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah inti dari seluruh cita-cita bangsa.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini menekankan pentingnya perubahan dalam sistem pendidikan tinggi keagamaan agar lulusan PTKI tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Sebab, selama ini alumni PTKI seringkali dinilai memiliki kelemahan, namun justru itu yang menjadi ciri khas.

“Selama ini alumni PTKI sering dinilai punya kelemahan. Tapi bagi kami, itu bukan kelemahan, melainkan sebuah trademark. Yang perlu diubah justru lingkungan pacunya agar lebih kompetitif,” ujar dia.

Nasaruddin juga menyoroti karakter khas alumni PTKI yang mayoritas berasal dari pesantren, sehingga memiliki cara berpikir yang luas dan mendalam.

“Mereka berpikirnya bukan hanya mikrokosmos, tapi makrokosmos—bahkan beyond makrokosmos. Perhatian mereka mungkin kurang pada hal-hal sempit, tapi wawasannya sangat luas,” ungkap Nasaruddin.

Nasaruddin mengingatkan, pentingnya menempatkan sikap tawadhu’ secara tepat. Alumni PTKI, menurutnya, harus tetap rendah hati, tapi juga tidak ragu untuk menunjukkan keahliannya.

“Di sisi yang lain jangan sombong. Sebab dalam suatu riwayat disebutkan, orang sombong tidak akan mencium bau surga,” wanti dia.

Nasaruddin pun mengimbau mahasiswa dan alumni PTKI untuk menjaga muruah (kehormatan diri) dengan terus menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman, serta tidak pasrah dalam menghadapi kompetisi.

Program Sistematis dan Responsif

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menjelaskan PRIMA Magang adalah respons konkret terhadap tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi sebagaimana dirilis BPS pada 2023.

“Karena itu, lulusan tidak hanya perlu ijazah, tetapi juga keterampilan praktis, pengalaman kerja, dan kesiapan mental,” ungkap Amien.

Amien menjelaskan, PRIMA Magang dirancang melalui tiga tahapan utama yakni:

  • Pre-Internship & Bootcamp: Pelatihan dasar seperti etos kerja, literasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga psikotes pemetaan potensi.
  • Internship di Mitra Industri: Mahasiswa akan magang di perusahaan atau instansi selama 2–10 bulan, baik umum maupun berbasis proyek
  • Mentorship & Monitoring: Mahasiswa dibimbing langsung oleh praktisi industri dan dosen kampus, dengan sistem evaluasi digital real-time.

“Program ini sistematis, progresif, dan terukur. Kita ingin mahasiswa kita betul-betul siap masuk dunia kerja, bahkan menjadi pionir dalam berbagai bidang,” beber dia.

Hadapi Dunia Kerja dan AI

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur PTKI Kemenag, Prof. Sahiron mengatakan PRIMA Magang dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada keterampilan baru yang relevan, termasuk teknologi Artificial Intelligence (AI).

“Alumni kita harus memperhatikan hal-hal ukhrawi, tapi juga jangan meninggalkan aspek duniawi. Mahasiswa akan dibekali ilmu, skill tambahan, bahkan pengenalan teknologi seperti AI,” kata Sahiron.

Program ini bersifat nasional dan terbuka bagi seluruh mahasiswa PTKIN dan PTKIS. Untuk kemudahan akses, Kemenag menyediakan platform digital bernama Prima Magang PTKIN yang dapat ditemukan melalui pencarian Google. Di dalamnya tersedia fitur pendaftaran untuk mitra industri, perguruan tinggi, dan mahasiswa.

“Klik saja kolom mahasiswa, isi data, langsung daftar. Mudah, tinggal buka laptop,” Sahiron menandasi.

Diketahui, hingga pertengahan Juni 2025, PRIMA Magang telah mencatat lebih dari 70 mitra industri bergabung, 1.615 posisi magang tersedia di 26 provinsi dan 328 kabupaten/kota, kebih dari 160 PTKI telah mendaftar dan lebih dari 350 mahasiswa telah mendaftar melalui platform digital.

Sebagai informasi, Kemenag menargetkan pada 2029 sebanyak 15.000 mahasiswa mengikuti program magang PTKI, terdapat 300 mitra industri dan 600 PTKI terlibat. 

Infografis Sasaran, Tujuan, Jenjang Pendidikan & Fasilitas Sekolah Rakyat. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya