Hari Jadi ke-107 Kota Madiun: Pemkot Gelar Acara di TPA, Bawa Semangat Ubah Sampah Jadi Berkah

Pemerintah Kota Madiun menggelar peringatan Hari Jadi ke-107 bertema “Berkarya, Berbudaya, Mendunia” di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Winongo, Jumat (20/6/2025).

oleh Veronica HadiDiterbitkan 20 Juni 2025, 19:15 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan Piramida Giza di TPA Winongo. (Dok. Pemkot Madiun)

Liputan6.com, Madiun Pemerintah Kota Madiun menggelar peringatan Hari Jadi ke-107 bertema “Berkarya, Berbudaya, Mendunia” di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Winongo, Jumat (20/6/2025). Pemilihan lokasi ini penuh makna karena menjadi simbol transformasi lingkungan menuju kawasan wisata edukatif.

Dengan balutan beskap putih kombinasi kain batik, Wali Kota Madiun, Maidi memimpin upacara HUT Jadi Kota. Turut hadir jajaran Forkopimda, anggota DPRD, Kepala OPD, pimpinan lembaga pendidikan, direktur rumah sakit, BUMD, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat. Meski dilakukan di tengah kawasan pembuangan, upacara dapat berlangsung dengan khidmat.

Setelah upacara selesai, acara berlanjut dengan peletakan batu pertama untuk pembangunan ikon baru di TPA Winongo, yakni miniatur Piramida Giza. Monumen ini membawa makna perubahan dari sebuah tempat pembuangan menjadi ruang edukasi, budaya, dan konservasi.

Wali Kota Madiun Maidi (kiri) potong tumpeng dan serahkan kepada Ketua DPRD Kota Madiun Armaya (kanan). (Dok. Pemkot Madiun)

Selain dua seremoni utama, perayaan turut dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur, penyerahan piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi, pertunjukan drumband dari Gita Taruna Angkasa, hingga penanaman bibit pohon oleh Wali Kota bersama Forkopimda.

Perayaan HUT Kota Madiun Jadi Momen Penyelesaian Masalah Kota

Wali Kota Madiun, Ketua DPRD Kota Madiun dan Forkopimda. (Dok. Pemkot Madiun)

Wali Kota Maidi menegaskan, Hari Jadi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan kota.

“Ulang tahun ini bukan untuk hura-hura. Kita ingin menyemangati diri dan masyarakat agar menyelesaikan masalah bersama. Sampah yang dulunya jadi masalah, kini kita ubah menjadi berkah,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Maidi bahkan menyatakan akan berkantor sementara di TPA Winongo guna memantau langsung proses penataan kawasan tersebut. Menurutnya, pembangunan berkelanjutan harus dimulai dari hal-hal yang nyata dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Insyaallah dalam satu tahun ke depan kawasan ini akan tertata. Saya pimpin langsung prosesnya, demi masa depan kota dan generasi yang akan datang,” ujarnya.

Komitmen Penghijauan Masif

Simbolis penanaman pohon di kawasan TPA Winongo, Kota Madiun. (Dok. Pemkot Madiun)

Komitmen Pemkot Madiun terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui program penghijauan masif. Sebanyak 1.300 pohon ditanam di kawasan TPA, berasal dari sumbangan masyarakat dan pihak swasta, mulai dari donasi 100 hingga 500 pohon.

TPA Winongo kini tengah disiapkan menjadi landmark baru Kota Madiun dengan hadirnya Bukit Piramida Besar dan Bukit I Love You Full, yang nantinya akan dilengkapi monumen nama para penyumbang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.

“Ini adalah karya bersama. Bukit ini bukan sekadar gundukan sampah, tapi simbol perubahan. Dari tempat yang dibuang, menjadi tempat yang dibanggakan,” ujar Maidi.

Semangat “Berkarya, Berbudaya, Mendunia” tercermin dalam seluruh kegiatan Hari Jadi kali ini. Pemkot Madiun ingin menegaskan bahwa gotong royong, cinta lingkungan, dan inovasi lokal adalah bagian dari identitas kota yang siap mendunia.

Dengan pendekatan inklusif yang melibatkan semua unsur, TNI-Polri, kejaksaan, dunia usaha, hingga masyarakat, Maidi optimistis Madiun bisa tampil sebagai kota kecil dengan kontribusi besar di kancah global.

“Hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Mari kita tinggalkan warisan baik untuk anak cucu. Dengan pola seperti ini, Madiun akan semakin maju, sejahtera, dan mendunia,” pungkasnya.

Rangkaian Perayaan Hari Jadi Kota Madiun

Kepala Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah menerima penghargaan dari Wali Kota Madiun Maidi. (Dok. Pemkot Madiun)

Sebagai informasi, perayaan Hari Jadi ke-107 Kota Madiun telah berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2025 melalui berbagai kegiatan edukatif dan inklusif. Salah satunya ialah agenda penghapusan denda dan sanksi administrasi pajak daerah yang berlaku mulai 1 Juni sampai 30 Agustus 2025.

Berikut ini daftar kegiatan perayaan Hari Jadi yang telah digelar oleh Pemerintah Kota Madiun:

  • Medhioen Mantu : 18 Juni 2025
  • Ziarah Makam, Kenduri Akbar, dan Hiburan Rakyat bersama OM Lorenza: (19 Juni 202)
  • Upacara Hari Jadi dan Parade Drumband : 20 Juni 2025
  • Yoga Internasional (21 Juni 2025
  • LKBB Pamer : 21-22 Juni 2025
  • Wayangan : 26 Juni 2025
  • Ngumbar Gerak : 28-29 Juni 2025
  • Gelar Kriya Wastra 27-29 Juni 2025
  • Medhioen Berbagi 5 Juli 2025
  • Madiun Rocktrain Fest (5-6 Juli 2025)
  • Wali Kota Cup Bola Basket (9-13 Juli 2025)
  • Intra Gakkou Cup Nasional Rise Of Champion (13 Juli 2025)
  • Rockmination (12-13 Juli 2025)
  • Madiun Running Fest (13 Juli 2025)
  • Lomba Bela Diri Seni Tunggal Putri (19 Juli 2025).

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya