Mahasiswi Ditemukan Tewas di Kamar Kos Bandar Lampung, Diduga Gara-Gara Aborsi

Dugaan sementara, korban mengalami pendarahan hebat setelah menjalani aborsi secara ilegal di kamar kos. Hal itu diperkuat dari temuan bercak darah pada bagian tubuh korban, terutama di area vital.

oleh Ardi MuntheDiperbarui 20 Juni 2025, 10:49 WIB
Ilustrasi - Garis polisi (Merdeka.com / Ronald)

Liputan6.com, Lampung - Seorang mahasiswi di Kota Bandar Lampung ditemukan tewas usai diduga melakukan praktik aborsi secara mandiri di kamar kos miliknya. Peristiwa memilukan itu terjadi di wilayah Kecamatan Kedaton, pada Kamis (19/6/2025) dini hari.

Korban diketahui berinisial SL (20), warga asal Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan. Jenazah korban saat ini telah berada di ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk diautopsi.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfret Jacob Tilukay, mengonfirmasi insiden tersebut. Dia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

"Benar, kami menerima laporan adanya seorang wanita muda yang ditemukan tidak sadarkan diri di dalam kamar kosnya. Korban berstatus mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Lampung," ujar Alfret, Jumat (20/6/2025).

Diduga Korban Alami Pendarahan Usai Aborsi

Kombes Alfret menjelaskan bahwa korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh teman-temannya. Namun nahas, sebelum mendapat perawatan nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia.

"Teman-temannya membawa korban ke rumah sakit, tetapi karena kondisinya sudah lemas, korban dinyatakan meninggal dunia," ungkap dia.

Dugaan sementara, korban mengalami pendarahan hebat setelah menjalani aborsi secara ilegal di kamar kos. Hal itu diperkuat dari temuan bercak darah di bagian tubuh korban, terutama di area vital.

"Informasinya korban mengalami pendarahan hebat dari bagian kemaluan. Tapi hal tersebut masih kami dalami dan menunggu hasil pemeriksaan medis," terangnya.

Hingga kini, proses autopsi masih dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian. Sementara itu, pihak kepolisian juga tengah menyelidiki apakah korban melakukan aborsi seorang diri atau ada pihak lain yang terlibat.

"Pihak keluarga korban juga telah dihubungi untuk proses identifikasi dan pengambilan jenazah," jelas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya