Anies Baswedan di Jembatan Cigadung Sukabumi, Simbol Harapan dan Persatuan

Mantan Capres RI Anies Baswedan hadir memimpin rencana pembangunan jembatan baru di Kampung Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.

oleh Fira SyahrinDiperbarui 20 Juni 2025, 16:00 WIB
Anies Baswedan saat meninjau jembatan putus di Bantargadung Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/Fira Syahrin).

Liputan6.com, Sukabumi - Eks Calon Presiden RI Anies Rasyid Baswedan disambut antusias warga di tepi Sungai Cigadung, Kampung Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Pada momen ini, Anies hadir memimpin rencana pembangunan jembatan baru. 

Diketahui, jembatan Cigadung yang menjadi akses vital bagi ribuan warga ini putus diterjang banjir pada Desember 2024. Anies mengatakan, pembangunan jembatan baru ini bukan hanya sebagai penghubung fisik, tetapi sebagai simbol harapan, persatuan, dan perubahan. Bagi 2.200 jiwa di 16 RT yang tinggal di seberang Sungai Cigadung, jembatan ini adalah nadi kehidupan. 

“Jembatan ini bukan sekadar menyambungkan dua tepi sungai, tapi menyambungkan harapan dengan kenyataan, hidup terisolasi dengan hidup tersambungkan,” ujar Anies Baswedan di Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (19/6/2025). 

Berbeda dari proyek infrastruktur biasa, jembatan baru ini dirancang dengan pendekatan unik, gotong royong masyarakat lokal bersama relawan dari berbagai daerah dalam gerakan yang disebut ‘AksiBersama’. 

Menurutnya, lokasi jembatan dipindahkan ke titik yang lebih aman dari ancaman banjir dan longsor, sebuah keputusan yang disambut baik warga. 

“Di sini sudah beberapa kali jembatan putus karena arus sungai. Pindah ke lokasi baru, arusnya lebih terkendali, tanahnya lebih kokoh,” tutur dia.  

Ini bukan sekadar proyek, melainkan gerakan sosial yang menempatkan warga sebagai aktor utama. Anies menekankan bahwa kebutuhan kecil seperti jembatan sering terlewatkan oleh pembangunan skala besar. 

“Ayo kita bantu masyarakat di daerah-daerah terpencil punya konektivitas setara dengan kawasan perkotaan,” ajaknya.  

 

Kehidupan yang Bergantung pada Jembatan

Anies Baswedan saat meninjau jembatan putus di Bantargadung Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/Fira Syahrin).

Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, menjelaskan betapa vitalnya jembatan ini bagi warga untuk aktivitas sehari-hari, termasuk para siswa yang pergi ke sekolah. 

“Jembatan ini dipakai untuk jualan ikan cue (sayuran), anak-anak ke sekolah, ibu-ibu ke pengajian, sampai ke puskesmas. Sejak ambruk, warga harus muter 4 kilometer,” ujar Uus.  

Dampak jembatan putus ini telah memutus akses warga ke kebutuhan dasar, sehingga memperparah isolasi wilayah yang sudah terpencil Sukabumi

“Kedatangan Pak Anies bikin warga antusias. Alhamdulillah, jembatan ini bakal direalisasikan,” tambahnya.  

Dengan pendekatan gotong royong dan perhatian pada detail seperti pemilihan lokasi yang lebih aman, proyek ini menjadi contoh bagaimana infrastruktur bisa dirancang dengan empati dan kepekaan terhadap realitas lokal. 

Jembatan Cigadung bukan hanya beton dan kabel gantung, tetapi titian yang membawa warga Bantargadung menuju masa depan yang lebih terhubung dan penuh harapan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya