Ekonomi Iran Vs Israel, Siapa Lebih Mempengaruhi Dunia?

Perang Iran-Israel juga telah memicu kekhawatiran tentang gangguan di Selat Hormuz, di mana dekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 20 Juni 2025, 07:00 WIB
Ilustrasi ekonomi Iran vs Israel (dok: by AI)

Liputan6.com, Jakarta Pecahnya ketegangan militer antara Iran dan Israel di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran di pasar global, terutama terkait risiko ekonomi yang dapat ditimbulkan terhadap arus masuk dan keluar perdagangan di kawasan tersebut.

Perang Iran-Israel juga telah memicu kekhawatiran tentang gangguan di Selat Hormuz, di mana dekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mencatat bahwa harga minyak pentah langsung naik 7% ketika terjadi eskalasi konflik Israel-Iran.

“Di sisi lain permintaan untuk barang-barang dari industri pengolahan melemah. Hal ini yang (menimbulkan risiko) perdagangan global menurun,” ungkap Bhima kepada Liputan6.com di Jakarta, dikutip Kamis (19/6/2025).

Lebih lanjut Bhima mengatakan, situasi yang tidak berimbang itu membuat dunia usaha tertekan.

“Sehingga perlambatan ekonomin makin terasa dan diproyeksikan memang pertumbuhan ekonomi global hanya 2-2,3% di tahun 2025,” bebernya.

Ekonomi Iran Vs Israel

Tak hanya perekonomian dunia, kondisi ekonomi Iran dan Israel juga menjadi perhatian.

Melansir Statista, Jumat (20/6/2025), sebelum terjadinya perang dengan Israel, Produk domestik bruto (PDB) Iran tercatat sekitar USD 401,36 miliar (Rp6,5 kuadriliun) pada tahun 2024.

Dari tahun 1980 hingga 2024, PDB Iran telah meningkat menjadi sekitar 305,51 miliar USD (Rp 5 kuadriliun), meskipun peningkatan tersebut mengikuti lintasan yang tidak merata daripada tren kenaikan yang konsisten.

Adapun PDB Israel di tahun 2025 yang mencapai USD 583 miliar. Negara itu telah melihat PDB-nya tumbuh 1,6% pada tahun 2024 lalu, serta PDB per kapita mencapai USD 57.379 di tahun 2025.

 

Pengeluaran Militer Israel Melonjak

Ilustrasi konflik Israel vs Iran. (ChatGPT/OpenAI)

Pada saat yang sama, pengeluaran militer di Israel telah melonjak. Pada tahun 2024, anggaran militer negara tersebut tumbuh sebesar 65% hingga mencapai USD 46,5 miliar, menurut laporan dari Stockholm International Peace Research Institute yang diterbitkan pada April 2025.

Dengan demikian, anggaran militer Israel telah mencapai 8,8% dari PDB negara itu, tertinggi kedua di dunia setelah Ukraina.

Anggaran Israel tahun 2025 mencakup pengeluaran sebesar 756 miliar shekel Israel, menandai kenaikan sebesar 21% dari tahun sebelumnya.

Anggaran tersebut ditetapkan sebagai anggaran terbesar dalam sejarah negara itu dan mencakup USD 38,6 miliar untuk pertahanan, menurut laporan di The Times of Israel.

Bos Raksasa Minyak Dunia Mulai Khawatir Dampak Konflik Iran-Israel

Ilustrasi Harga Minyak Dunia. Foto: AFP

Para eksekutif perusahaan minyak besar dunia mulai menyuarakan kekhawatiran mereka terkait dampak dari konflik Israel-Iran di Timur Tengah.

Melansir CNBC International, Rabu (18/6/2025) para CEO TotalEnergies, Shell, dan EnQuest mengingatkan bahwa serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur energi penting dapat berdampak serius pada pasokan dan harga global.

"96 jam terakhir sangat memprihatinkan ... baik untuk kawasan tersebut tetapi secara lebih luas dalam hal ke mana arah sistem energi global mengingat ketidakpastian dan latar belakang yang kita lihat saat ini serta volatilitas geopolitik," kata CEO Shell, Wael Sawan.

Berbicara di konferensi Energy Asia di Kuala Lumpur, Malaysia, Sawan mengungkapkan bahwa Shell memiliki jejak yang signifikan di Timur Tengah, baik dalam hal aset yang dioperasikan maupun pengiriman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya