IHSG Terkoreksi, Saham-Saham Ini Jadi Incaran Asing

Investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 646,38 miliar pada perdagangan Rabu, (18/6/2025) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiperbarui 19 Juni 2025, 10:59 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan dan berakhir di zona merah pada sesi perdagangan Rabu, 18 Juni 2025. Pelemahan terjadi di tengah kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,5%.

Berdasarkan data dari RTI, IHSG ditutup turun 0,67% ke level 7.107,78. Indeks LQ45 juga mengalami koreksi sebesar 0,89% dan parkir di posisi 792,75. Mayoritas indeks acuan menunjukkan kinerja negatif di tengah tekanan pasar. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.166,66 dan terendah di 7.089,45.

Dari total emiten yang diperdagangkan, 361 saham ditutup melemah, 228 saham menguat, dan 212 saham stagnan. Aktivitas transaksi tercatat sebanyak 1.210.215 kali, dengan volume 20,6 miliar saham dan nilai mencapai Rp 11,5 triliun.

Mayoritas Sektor Terkoreksi, Properti Justru Menguat

Pelemahan IHSG turut dipicu oleh tekanan di hampir seluruh sektor saham. Sektor consumer cyclical mengalami koreksi terdalam dengan penurunan 1,29%, diikuti sektor teknologi yang turun 1,21%, dan sektor keuangan yang tertekan 0,84%. Sektor energi ikut melemah 0,11%, sementara sektor bahan baku (basic materials) mencatat penurunan 0,46%.

Sektor consumer non-cyclical terkoreksi 0,60%, sektor kesehatan turun 0,48%, infrastruktur tertekan 0,28%, dan sektor transportasi serta logistik merosot 0,49%.

Namun, di tengah tekanan tersebut, sektor properti mencuri perhatian dengan kenaikan signifikan sebesar 1,01%. Sektor industri juga mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,15%, menjadi dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau hari itu.

Adapun investor asing masih mencatat net sell sebesar Rp  646,38 miliar pada perdagangan kemarin. Mengutip Stockbit, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan Rabu:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp 163,30 miliar
  • PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) - Rp 73,97 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp 61,17 miliar
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) - Rp 38,10 miliar
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Rp 37,16 miliar
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) - Rp 26,06 miliar
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Rp 18,80 miliar
  • PT Astra International Tbk (ASII) - Rp 17,04 miliar
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Rp 14,78 miliar
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - Rp 10,67 miliar

 

 

Aksi Jual

Berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Rabu:

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp 433,33 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Rp 122,06 miliar
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) - Rp 69,59 miliar
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp 56,99 miliar
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Rp 75,10 miliar
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp 54,19 miliar
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) - Rp 37,40 miliar
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp 35,94 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp 35,44 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp 34,83 miliar

 

Sentimen IHSG

Pialang tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, bursa regional Asia bergerak melemah. Hal ini seiring pasar masih terbebani konflik Iran Israel yang dikhawatirkan akan meluas.

Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan serangan terhadap pemimpin Iran dan menuntut penyerahan tanpa syarat.

Sebelumnya, Trump bertemu dengan tim keamanan nasionalnya, yang memicu spekulasi AS dapat bergabung dengan serangan Israel dan meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi regional yang lebih luas.

"Di sisi lain, pelaku pasar mengalihkan perhatian terhadap keputusan dari bank sentral AS The Federal Reserve (the Fed) sehubungan dengan suku bunga acuannya yang akan dirilis pada Kamis dini hari WIB, 19 Juni 2025,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

The Fed diprediksi mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, tetapi pelaku pasar akan berfokus pada arahan ke depan di tengah ketidakpastian tarif dagang dan risiko geopolitik.

 

 

BI Tahan Suku Bunga Acuan

IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari dalam negeri, pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 5,5 persen.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 4,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap berada pada level 6,25 persen.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan BI-Rate guna mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan tetap mempertahankan inflasi sesuai dengan sasarannya dan stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Perry mengatakan, kebijakan makroprudensial akomodatif terus dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan berbagai strategi untuk mendorong pertumbuhan kredit dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas oleh perbankan.

Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut didukung dengan berbagai langkah kebijakan.

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya