Pameran dan Presentasi Vortex Line di ArtJog 2025: Pertemuan Sains, Mitos, dan Pseudoscience

Menurut Direktur ISSS Venzha Christ, penemuan garis iimajiner baru ini akan semakin memperkaya narasi budaya dan geografis Yogyakarta dan membuka simpul-simpul kebuntuan yang sering terjadi ketika penelitian di bidang sains bertemu dangan narasi mitos dan area psudoscience.

oleh Tim RegionalDiperbarui 18 Juni 2025, 19:13 WIB
Presentasi dan pameran Vortex Line akan ditampilkan dalam ArtJog 2025 yang digelar pada 20 Juni sampai 31 Agustus 2025. Vortex Line adalah salah satu karya yang akan ditampilkan bersama dengan kurang lebih 25 seniman dan komunitas lainnya. (foto: Ipank - Indonesia UFO Network)

Liputan6.com, Yogyakarta - Presentasi dan pameran Vortex Line akan ditampilkan dalam ArtJog 2025 yang digelar pada 20 Juni sampai 31 Agustus 2025. Vortex Line adalah salah satu karya yang akan ditampilkan bersama dengan kurang lebih 25 seniman dan komunitas lainnya.

Penemuan Vortex Line berawal dari ketidaksengajaan tim dari Indonesia Space Science Society (ISSS) mendapati beberapa titik penampakan anomali yang terjadi di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada akhir 2024, dari pengamatan dan pengembangan berbagai kegiatan riset yang diinisiasi ISSS dalam ranah astronomi, geospasial, dan elektromagnetik yang berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas di Indonesia, ditemukan koneksitas serta simpul-simpul area yang sangat spesifik di Yogyakarta. Penemuan ini menjadi garis imajiner baru yang membentang dari timur dan barat Yogyakarta.

Menurut Direktur ISSS Venzha Christ, penemuan garis iimajiner baru ini akan semakin memperkaya narasi budaya dan geografis Yogyakarta dan membuka simpul-simpul kebuntuan yang sering terjadi ketika penelitian di bidang sains bertemu dangan narasi mitos dan area psudoscience.

Titik Pertama : Munculnya Fenomena Crop Circle Berbah

Fenomena pertama adalah sebuah Crop Circle yang muncul di area persawahan daerah Berbah, Sleman, Yogyakarta. Fenomena Crop Circle ini tepatnya berada di Krasaan Jogotirto Berbah yang muncul pada tanggal 23 Januari 2011 dan saat ini sudah didirikan “Crop Circle / UFO Monument”.

Titik Kedua : Legenda Fenomena di  Wisata Sawah Nanggulan

Banyak cerita tutur yang dikisahkan oleh berbagai pihak, baik dari para turis atau pelancong maupun oleh warga setempat berupa benda terbang aneh (UFO) pada masa lampau. Fenomena yang banyak terjadi atau muncul di daerah wisata sawah Nanggulan ini menjadikan Indonesia UFO Network (IUN) untuk membuat sebuah Laboratorium Alam Terbuka yang bernama “Kampung Alien”.

Titik Ketiga : Banyaknya Penampakan UFO di Kota Yogyakarta

Beberapa cerita yang sempat viral pada masanya adalah penampakan UFO Donat yang disaksikan oleh warga Banguntapan, Kilatan cahaya anomali yang terlihat di sekitar Gunung Merapi, Penampakan benda bergerak di langit malam pada arah selatan kota Yogyakarta oleh warga Bintaran, UFO Kotak yang disaksikan oleh warga Sambipitu, dan masih banyak lagi lainnya. Kemudian didirikanlah “Kampung UFO” sebagai penanda tempat untuk daerah Kota Yogyakarta di daerah Gedongkiwo, Mantrijeron, DIY.

 

 

Orion Belt

Presentasi dan pameran Vortex Line akan ditampilkan dalam ArtJog 2025 yang digelar pada 20 Juni sampai 31 Agustus 2025. Vortex Line adalah salah satu karya yang akan ditampilkan bersama dengan kurang lebih 25 seniman dan komunitas lainnya. (foto: Ipank - Indonesia UFO Network)

Poros imajiner antara Berbah, Gedongkiwo, dan Nanggulan inilah yang merupakan garis “mirroring” dari titik-titik konstelasi rasi bintang Orion. Ketiga titik tersebut tepat pada posisi sudut Orion Belt.

Sebenarnya mirroring terhadap titik konstelasi ORION BELT ini juga terjadi pada letak dan posisi koordinat Piramida Giza, Mesir. Sedangkan di Indonesia terjadi juga pada letak titik Candi Borobudur – Candi Pawon – dan Candi Mendut.

Dalam presentasi Vortex Line di Artjog 2025, Venzha dan ISSS akan menampilkan materi perangkat elektronik, robotika, buku, novel Vortex Line, dokumentasi Vortex Line, mesin DIY, ilustrasi Vortex Line, animasi Vortex Line, dan replika alien Vortex Line.

Penelitian tentang keberadaan dan penemuan titik-titik VORTEX LINE Yogyakarta ini akan terus dikaji dan dilanjutkan kedalaman risetnya oleh beberapa peneliti yang berasal dari Universitas Sanata Dharma, Universitas Gadjah Mada, Institut Seni Indonesia, Podomoro University, UCLA (Los Angeles), Michigan University, Tsukuba University dan juga Nagoya University.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya