Aksi Tak Sportif Lionel Messi: Menanduk Lawan, Lolos dari Kartu Merah di Piala Dunia Antarklub 2025

Pada laga pembuka Piala Dunia Antarklub 2025 antara Inter Miami vs Al Ahly, Messi tertangkap kamera melakukan aksi tidak terpuji

oleh Asad ArifinDiperbarui 18 Juni 2025, 11:36 WIB
Inter Miami kini duduk di peringkat enam klasemen MLS usai mengoleksi 26 poin dari 15 pertandingan. (AFP/Chandan Khanna)

Liputan6.com, Jakarta Lionel Messi kembali menjadi sorotan. Bukan karena aksi briliannya di atas lapangan, melainkan karena perilaku kontroversial yang dinilai tidak mencerminkan sportivitas seorang legenda.

Pada laga pembuka Piala Dunia Antarklub 2025 antara Inter Miami vs Al Ahly, Messi tertangkap kamera melakukan aksi tidak terpuji: menanduk pemain lawan.

Pertandingan yang digelar di Hard Rock Stadium, Minggu (15/6/2025) itu berlangsung ketat dan berakhir imbang 0-0. Lionel Messi bermain penuh pada laga itu, dengan mencatat lima shots tanpa mencetak gol.

Namun, alih-alih hasil akhir yang jadi bahan perbincangan, momen panas antara Messi dan bek Al Ahly, Yasser Ibrahim, justru menyedot perhatian publik. La Pulga melakukan aksi yang tidak biasanya dilakukan yakni menanduk lawan.


Messi dan Kontroversi di Sudut Lapangan

Pemain Inter Miami, Lionel Messi, tampak kecewa setelah gagal mencetak gol ke gawang Al Ahly pada pertandingan pembuka Grup A Piala Dunia Antarklub 2025 di Hard Rock Stadium pada Minggu (15/6/2025). (AFP/Photo by Megan Briggs)

Insiden terjadi saat Inter Miami mendapat tendangan sudut. Messi terlihat melontarkan kata-kata kepada Ibrahim.

Situasi memanas ketika kapten Timnas Argentina itu berjalan mendekati lawan, lalu menempelkan wajahnya ke wajah Ibrahim, gerakan yang oleh banyak pengamat disebut sebagai tindakan menanduk.

VAR sempat meninjau insiden tersebut, tetapi wasit memutuskan untuk tidak memberikan sanksi apa pun. Kedua pemain tidak menerima kartu, bahkan peringatan pun tak dijatuhkan. Keputusan ini memicu reaksi keras dari publik sepak bola.


Status Legenda dan Keadilan di Lapangan

Ahmed Nabil Koka (kiri) dari Al Ahly dan Lionel Messi dari Inter Miami berebut bola dalam pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia Antarklub antara Al Ahly dan Inter Miami di Miami, Florida, Sabtu, 14 Juni 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Lionel Messi maupun Yasser Ibrahim tidak dapat hukuman atas insiden tersebut. Kritik berdatangan dari para penggemar sepak bola di media sosial. Banyak yang merasa Messi mendapat perlakuan istimewa dari wasit dan otoritas pertandingan.

"Messi adalah pemain yang paling dilindungi sepanjang masa. Tidak mungkin orang lain melakukan itu dan lolos begitu saja," tulis seorang warganet.

Yang lain menilai tindakan Messi semestinya langsung berbuah kartu merah. "Eh... ini biasanya kartu merah," komentar seorang pengguna X (dulu Twitter).

Tak bisa dimungkiri, Messi adalah salah satu pesepak bola terhebat dalam sejarah. Namun, status tersebut bukan alasan untuk memperlakukan sang pemain dengan standar berbeda.

Sumber: Givemesport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya