Fortune Rilis Daftar 500 Perusahaan Terbesar Asia Tenggara 2025, Indonesia Pimpin dengan 109 Perusahaan

Secara keseluruhan, 500 perusahaan yang masuk dalam daftar 500 Perusahaan Terbesar Asia Tenggara tahun ini menghasilkan pendapatan total mencapai USD 1,82 triliun, naik dari USD 1,79 triliun pada tahun sebelumnya.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 Juni 2025, 21:15 WIB
Investasi, khususnya non-bangunan, tetap menopang pertumbuhan ekonomi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Fortune resmi merilis daftar tahunan 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara tahun 2025, yang menyoroti perusahaan-perusahaan dengan pendapatan tertinggi selama tahun fiskal 2024. Ini merupakan tahun kedua daftar ini dirilis, mencerminkan posisi Asia Tenggara yang makin penting dalam lanskap ekonomi dan rantai pasokan global.

Tujuh negara yang sebelumnya masuk daftar perdana tahun lalu kembali hadir, yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, dan Kamboja. Dari seluruh negara tersebut, Indonesia mendominasi dengan 109 perusahaan, diikuti Thailand (100), Malaysia (92), Singapura (81), Vietnam (76), Filipina (40), dan Kamboja (2).

"Ketertarikan Fortune pada kawasan ini mencerminkan semakin pentingnya Asia Tenggara sebagai mesin pertumbuhan global," ujar Executive Editor untuk Asia Clay Chandler dalam keterangan tertulis, Selasa (17/6/2025).

Trafigura Masih di Posisi Puncak, Pertamina Tembus Tiga Besar

Trafigura, perusahaan komoditas asal Singapura, kembali berada di posisi teratas dengan pendapatan lebih dari USD 243 miliar. Diikuti oleh PTT (Thailand) di posisi kedua, dan Pertamina (Indonesia) yang menempati posisi ketiga.

Melengkapi lima besar adalah Wilmar dan Olam, dua raksasa makanan dan agribisnis asal Singapura. Secara total, lima perusahaan teratas ini menyumbang pendapatan gabungan hampir USD 516 miliar, atau sekitar 28% dari total keseluruhan 500 perusahaan.

Sementara itu, dari Indonesia, tiga perusahaan berhasil masuk 20 besar: Pertamina (#3), PLN (#6), dan Bank Rakyat Indonesia (#14). Secara kolektif, 20 perusahaan teratas asal Indonesia membukukan pendapatan USD 222,8 miliar—sekitar 69% dari total kontribusi seluruh perusahaan Indonesia dalam daftar.

 

Total Pendapatan Tembus USD 1,82 Triliun

Secara keseluruhan, 500 perusahaan yang masuk dalam daftar tahun ini menghasilkan pendapatan total mencapai USD 1,82 triliun, naik dari USD 1,79 triliun pada tahun sebelumnya. Untuk bisa masuk daftar tahun ini, perusahaan setidaknya harus membukukan pendapatan minimal USD 349,4 juta.

Sektor energi masih menjadi tulang punggung, menyumbang hampir sepertiga dari total pendapatan seluruh perusahaan. Salah satu yang mencolok adalah Bangchak, perusahaan energi asal Thailand yang melesat ke 20 besar berkat lonjakan pendapatan sebesar 47%.

Sektor keuangan menjadi penyumbang terbesar kedua, dengan 13 bank dan perusahaan keuangan masuk dalam jajaran paling menguntungkan. Di antaranya DBS dari Singapura, serta Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia yang masing-masing berada di urutan ke-4 dan ke-5 perusahaan dengan laba tertinggi.

 

Transformasi Industri dan Perusahaan Baru yang Melesat

Daftar Fortune 500 tahun ini juga menyoroti perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tercepat, baik pendatang baru maupun yang kembali masuk daftar. Beberapa di antaranya adalah:

  • NationGate (Malaysia) – manufaktur presisi
  • Petrindo Jaya Kreasi (Indonesia) – pertambangan dan energi
  • Tasco JSC (Vietnam) – transportasi dan otomotif
  • Digiplus Interactive (Filipina) – game online
  • SATS dan Changi Airport Group (Singapura), serta Airports of Thailand – logistik dan layanan penerbangan

Kinerja gemilang sejumlah perusahaan ini didorong pemulihan sektor pariwisata, peningkatan permintaan batu bara dan nikel, hingga pertumbuhan industri kendaraan listrik dan transformasi digital.

Dalam pengantar edisi khusus majalah Fortune Asia Juni/Juli, editor Nick Gordon menyebut bahwa daftar ini memberikan “gambaran sekilas tentang kawasan yang siap untuk memanfaatkan pergeseran rantai pasokan global dan industri yang berkembang pesat seperti pertambangan, kendaraan listrik, dan AI — bahkan saat kebijakan tarif AS masih menjadi tantangan.”

 

Kepemimpinan Perempuan Meningkat

Salah satu catatan menarik dalam daftar tahun ini adalah semakin banyaknya perempuan di posisi puncak. Tercatat ada 37 CEO perempuan, naik dari 29 tahun lalu. Jumlah perempuan yang menjabat sebagai ketua juga sebanyak 37 orang.

Tak hanya itu, daftar ini juga mencatat ada 10 CEO berusia 30-an, menandakan terjadinya regenerasi di tingkat pimpinan perusahaan. Rata-rata usia para CEO dalam daftar ini adalah 58 tahun, dan secara keseluruhan, 500 perusahaan tersebut mempekerjakan lebih dari 6,3 juta orang.

Daftar lengkap 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara tahun 2025 dapat diakses secara daring di laman resmi Fortune Asia melalui tautan ini. Edisi cetaknya juga telah tersedia di toko buku seluruh Asia mulai 17 Juni 2025.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya