Tak Hanya Ekspor Listrik ke Singapura, Kepri Bangun Industri Hijau dan Panel Surya

Indonesia dan Singapura telah sepakat menjalin kerja sama strategis pembangunan kawasan industri hijau terintegrasi di Kepulauan Riau (Kepri).

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 17 Juni 2025, 15:15 WIB
Ilustrasi tarif Listrik Naik (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta Indonesia dan Singapura telah sepakat menjalin kerja sama strategis pembangunan kawasan industri hijau terintegrasi di Kepulauan Riau (Kepri).

Kesepakatan ini tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) terkait zona industri berkelanjutan, antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi dan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Singapura, Tan See Leng.

Pengembangan kawasan industri ini dirancang dengan ekosistem yang komprehensif. Pasokan energi akan dijamin melalui perdagangan listrik lintas batas berbasis energi bersih.

Bakal Ada MoU

Selain itu, untuk menjaga emisi tetap rendah, teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) akan diimplementasikan melalui MoU terpisah di bidang tersebut.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan di subsektor energi bersih.

"Sesuai arahan Presiden untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan (win-win), kami telah meminta pemerintah Singapura untuk mempertimbangkan secara serius pembangunan kawasan industri yang bertujuan untuk hilirisasi berbasis energi baru terbarukan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/6/2025).

Menurut dia, kesepakatan ini membuka peluang pasar baru bagi energi surya dan panas bumi nasional. Sementara teknologi CCS akan memberikan solusi untuk industri yang sulit melakukan dekarbonisasi.

 

Manfaat Buat Pemerintah

PT Pertamina (Persero) memastikan terus melanjutkan berbagai proyek demi pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) atau energi hijau.

Bagi pemerintah, sambung Bahlil, pembangunan kawasan industri hijau di Kepri diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi rendah karbon, yang mampu menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan mendorong transfer teknologi canggih.

Bahlil merinci bahwa program hilirisasi menjadi syarat mutlak dalam kerja sama ini. Ia memastikan bahwa industri pembuatan komponen utama seperti panel surya dan kabel akan didirikan di Indonesia sebagai bagian dari kesepakatan.

"Nilai tambah yang kita akan bangun adalah solar panel itu industrinya nanti di Indonesia. Bahkan untuk kabel Itu juga akan dibangun di Indonesia," ujar Bahlil.

 

Total Investasi USD 10 Miliar

Pasukan Elit PLN saat beraksi di Menara Sutet Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pekerjaan tersebut mengandung resiko besar karena jaringan listrik masih dipelihara tanpa dipadamkan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Ia optimistis proyek ini akan berjalan lancar karena telah dipersiapkan secara matang. "Kawasan industri ini akan kita bangun bersama di Karimun dan Bintan agar dekat dengan Singapura. Total investasi di luar itu saja sudah sekitar 10 miliar USD, dan yang terpenting, calon-calon investornya pun sudah ada," ungkapnya.

Untuk diketahui, Menteri ESDM dan Menteri Energi dan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Singapura sebelumnya telah menandatangani tiga MoU terkait pengembangan energi ramah lingkungan antar kedua negara, yang dilaksanakan pada Jumat lalu (13/6/2025) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Kerja sama energi ini dituangkan dalam 3 MoU, yakni MoU Zona Industri Berkelanjutan (Sustainable Industrial Zone/SIZ); MoU Interkoneksi dan Perdagangan Listrik Lintas Batas, Teknologi Energi Terbarukan dan Rendah Karbon, serta Efisiensi dan Konservasi Energi; dan MoU Kerja Sama Penangkapan dan Penyimpanan Karbon Lintas Batas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya