Liputan6.com, Jakarta - GAC Group, perusahaan induk dari GAC AION Indonesia, resmi meluncurkan mobil terbang pertamanya, GOVY AirCab, dalam ajang Hong Kong International Auto and Supply Chain Expo 2025. Mobil terbang ini bukan sekadar konsep, melainkan produk nyata yang siap diproduksi massal dan sudah dapat dipesan.
Langkah ini menegaskan posisi GAC, sebagai pelopor dalam transformasi industri otomotif menuju era mobilitas udara-darat yang terintegrasi. GAC GOVY AirCab mengusung desain futuristik dengan teknologi mutakhir serta fitur keamanan kelas dunia.
Advertisement
Kendaraan udara untuk dua penumpang ini dibekali enam rotor utama dengan total 12 baling-baling serta pintu gull-wing ikonik yang memberi kesan modern dan elegan.
Harganya di bawah 1,69 juta yuan atau setara Rp 3,8 miliar, menandai terobosan baru dalam kendaraan udara pribadi yang terjangkau. Mobil terbang ini memiliki sejumlah fitur inovatif yang membedakannya.
Pengisian daya super cepat hanya membutuhkan 25 menit dari nol hingga penuh, atau 15 menit dari 50 persen ke 100 persen.
Kabin yang terbuat dari serat karbon ringan dan kuat dilengkapi dengan konektivitas 5G, AC pintar, aroma terapi, serta layar interaktif yang menjamin kenyamanan optimal.
"GAC GOVY AirCab adalah simbol keberanian kami untuk melampaui batas-batas konvensional transportasi. Ini bukan sekadar mobil terbang, tapi langkah nyata menuju masa depan mobilitas global," ujar President of GAC International Wei Haigang, dalam keterangan resmi, Selasa (17/6/2025).
Spesifikasi Performa
Dari sisi performa, mobil terbang ini mampu menempuh jarak hingga 30 kilometer dengan ketinggian maksimal di bawah 300 meter.
Saat ini, GAC tengah mengurus sertifikasi kelaikan udara dan menargetkan uji operasi terbatas pada akhir tahun ini.
Produksi massal dan pengiriman unit rencananya dimulai pada akhir 2026, membuka peluang baru untuk transportasi inovatif di berbagai kota besar yang sering mengalami kemacetan.