Mengenal Florian Wirtz: Si Jenius Jahrhunderttalent yang Belajar Sepakbola di Ruang Tamu

Florian Wirtz akan jadi transfer termahal Liverpool. Simak profil lengkap gelandang ajaib Jerman ini, dari gol spektakuler di usia 16 hingga gaya bermain uniknya.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 17 Juni 2025, 02:18 WIB
Pada awal tahun 2021, Florian Wirtz ditaksir memiliki nilai banderol sebesar 24 juta euro. Harga pemain Bayer Leverkusen tersebut saat ini naik sebanyak 21 juta euro, atau menjadi 45 juta euro. (Foto: AFP/Pool/Thilo Schmuelgen)

Liputan6.com, Jakarta Desember 2019, seorang bocah 16 tahun membuat gol dari tengah lapangan yang mengubah hidupnya selamanya. Florian Wirtz belum debut di Bundesliga, tapi namanya sudah jadi buah bibir.

Kini, pemain bernilai 136 juta Euro itu bersiap merumput di Premier League bersama Liverpool. Transfer ini bisa jadi yang termahal dalam sejarah kompetisi tersebut.

Dari latihan di ruang tamu hingga pulih dari cedera ACL, perjalanan Wirtz penuh cerita inspiratif. Inilah kisah lengkap sang gelandang andalan Jerman.


Gol dari Tengah Lapangan yang Mengubah Segalanya

Selebrasi gelandang Bayer Leverkusen, Florian Wirtz setelah mencetak gol ke gawang Union St-Gilloise pada laga leg pertama perempatfinal Liga Europa 2022/2023 di Leverkusen (13/4/2023). Florian Wirtz sebenaranya diproyeksikan untuk menggantikan peran Riyad mahrez yang meninggalkan Manchester City untuk bermain di Liga Arab Saudi. Dengan cederanya Kevin De Bruyne dan ditinggal Riyad mahrez, mendatangkan pemain serba bisa Bayer Leverkusen, Florian Wirtz tentu jadi opsi yang realistis. (AFP/Ina Fassbender)

Semuanya berawal dari sebuah momen ajaib melawan Wuppertaler SV. Wirtz yang masih 16 tahun menerima umpan dari kick-off, menyentuh bola sekali, lalu melepaskan tendangan spektakuler dari garis tengah. Gol itu terjadi hanya dalam 5,05 detik.

"Semua orang membicarakan gol itu," kenang Martin Heck, pelatihnya di Koln U-17. "Saat itulah karirnya mulai melejit." Heck memimpin Wirtz meraih gelar juara Jerman U-17 beberapa bulan kemudian.

Gol tersebut menjadi penanda kelahiran Jahrhunderttalent (bakat abad ini). Meski baru berusia 16, Wirtz sudah bermain layaknya pemain Bundesliga berpengalaman.

Kemampuannya membaca permainan seperti pecatur ulung membuatnya berbeda dari pemain muda lain.


Pendidikan Sepakbola di Ruang Tamu

Gelandang Jerman bernomor punggung 17, Florian Wirtz, merayakan gol pembuka dalam pertandingan semifinal Liga Bangsa-Bangsa UEFA antara Jerman dan Portugal di Munich, Jerman Selatan, Kamis dini hari WIB (5-6-2025). (Tobias SCHWARZ/AFP)

Wirtz kecil tumbuh di lingkungan keluarga yang sederhana di Pulheim. Tanpa konsol game atau TV, ia dan saudarinya Juliane (kini pemain Werder Bremen) menghabiskan waktu bermain bola di ruang tamu.

"Kami sering bermain satu lawan satu dengan lemari sebagai gawang," kenang Wirtz. Bahkan saat membawa piring ke meja makan, ia tetap menggiring bola. Latihan inilah yang membentuk kemampuan teknisnya yang luar biasa.

Pelatih Gerardo Seoane memuji ketenangan Wirtz di area final. "Dia punya saraf baja dan selalu memetakan situasi dengan jelas," ujarnya. Kualitas ini ternyata hasil dari ribuan jam 'latihan' di ruang tamu keluarga Wirtz.


Karir Cemerlang dan Ujian Berat Wirtz

Gelandang Bayer Leverkusen asal Jerman bernomor punggung 10, Florian Wirtz, melakukan pemanasan sebelum pertandingan divisi pertama Bundesliga Jerman antara Bayer Leverkusen dan Union Berlin di Leverkusen, Jerman Barat, pada tanggal 12 April 2025. (INA FASSBENDER/AFP)

Perjalanan Wirtz tidak selalu mulus. Transfer kontroversial dari Koln ke Leverkusen di 2020 membuatnya dicemooh fans. Tapi keputusan itu terbukti tepat ketika ia memecahkan dua rekor sekaligus: pemain termuda yang debut dan mencetak gol di Bundesliga.

Ujian terberat datang Maret 2022 ketika ia mengalami cedera robek otot ACL. Namun Wirtz kembali lebih kuat, menjadi motor penting Leverkusen di era Xabi Alonso. Musim 2023/2024, ia membawa Die Werkself meraih double winner tanpa terkalahkan.

Seorang pengamat Premier League yang diwawancarai The Athletic memuji perkembangan mental Wirtz: "Dulu ia mudah emosi saat dilanggar lawan, kini lebih tenang dan fokus." Kematangan inilah yang akan diujinya di Liverpool musim depan.


Kepribadian Sederhana di Balik Bintang Besar

Pemain Bayer Leverkusen, Florian Wirtz, tersenyum saat sesi latihan jelang laga melawan AC Milan pada laga Liga Champions. (AP Photo/Martin Meissner)

Di luar lapangan, Wirtz dikenal sebagai pribadi pendiam dan rendah hati. Heck mengungkapkan: "Dia tetap sama seperti saat berusia 12 tahun - tidak suka publisitas dan sangat berorientasi keluarga."

Keluarga Wirtz memainkan peran kunci dalam kesuksesannya. Orangtuanya melindunginya dari tekanan media, bahkan sampai Wirtz remaja tidak memiliki ponsel. "Mereka ingin Florian berkembang secara alami," jelas Heck.

Kini, bakat abad ini siap menghadapi tantangan terbesarnya di Anfield. Dengan mental pemenang dan teknik luar biasa, Wirtz berpotensi menjadi legenda baru Premier League.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya