Liputan6.com, Lampung - Tawuran remaja kembali pecah di Kota Bandar Lampung. Lima pelajar berusia belasan tahun diamankan polisi setelah kedapatan membawa senjata tajam berupa celurit dan corbek di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Sukabumi, pada Kamis malam (12/6/2025).
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB oleh tim dari Satreskrim Polresta Bandar Lampung, usai menerima laporan dari warga soal akan terjadinya aksi tawuran antar kelompok remaja di Gang Bayur, Kelurahan Campang Raya. "Petugas yang menerima informasi langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan lima remaja yang hendak melarikan diri," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, AKP Dhedi Ardi Putra, Senin (16/6/2025).
Advertisement
Kelima pelajar tersebut langsung digelandang ke Mapolresta Bandar Lampung beserta barang bukti berupa senjata tajam yang mereka bawa. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita tiga bilah senjata tajam: satu bilah corbek berwarna biru dan dua bilah celurit berwarna merah. Senjata-senjata tersebut diduga akan digunakan untuk aksi tawuran yang telah direncanakan sebelumnya.
Identitas lima pelaku itu ; MHA (16), pelajar asal Kecamatan Panjang, IM (18) asal Kecamatan Panjang, HRW (16), pelajar asal Kecamatan Panjang, RR (16), pelajar asal Kecamatan Panjang dan MBS (16), pelajar asal Kecamatan Bumi Waras. Kelima pelaku saat itu tengah menjalani proses pemeriksaan oleh Unit Reskrim Polresta Bandar Lampung. Polisi juga tengah mendalami motif serta kemungkinan keterlibatan kelompok lain dalam aksi tawuran itu.
Proses Hukum Terus Berjalan
Dhedi bilang, tindakan para remaja itu sangat membahayakan dan melanggar hukum. Mereka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951, yang mengatur kepemilikan senjata tajam tanpa izin. "Ancaman hukumannya bisa sangat berat. Ini bukan hanya soal kenakalan remaja, tetapi sudah masuk ranah pidana serius," ungkap dia.
Dia mengimbau orang tua dan masyarakat agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak remaja, terutama di malam hari. Tawuran bukan hanya membahayakan pelaku, tapi juga mengancam keselamatan warga. “Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap aksi-aksi kriminalitas jalanan yang melibatkan anak-anak muda, terutama menjelang malam akhir pekan,” kata dia.