Perang Iran vs Israel, Menag Pastikan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Tak Terdampak

Sejauh ini, proses pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang I berjalan lancar kecuali satu penerbangan yang sempat tertunda enam jam karena kendala teknis.

oleh Dinny MutiahDiperbarui 16 Juni 2025, 12:55 WIB
Menteri Agama menanggapi pertanyaan MCH 2025. (dok. Liputan6.com/Dinny Mutiah/MCH 2025)

Liputan6.com, Jeddah - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan perang yang terjadi antara Israel dan Iran tidak mengganggu jadwal penerbangan haji Indonesia. Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang I sudah dimulai sejak 11 Juni 2025.

"Israel kita enggak tahu. Israel di sini enggak ada relevansinya, tidak ada keterlambatan (penerbangan) gara-gara Israel, tidak ada," kata Nasaruddin di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Minggu, 15 Juni 2025.

Nasaruddin mengungkapkan sejauh ini rencana pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air berjalan lancar. Hanya ada sekali penerbangan yang terlambat karena masalah teknis.

"Kita juga bersyukur per hari ini pemulangan itu baru satu kali mengalami kemunduran kurang dari enam jam, tapi kita kompensasikan dengan pemberian makanan," sambung Nasaruddin.

Penerbangan yang tertunda itu adalah penerbangan SV 5296 yang mengangkut jemaah haji Kloter KJT 01 pada Kamis malam, 12 Mei 2025. Terdapat 445 jemaah yang terdiri dari 203 laki-laki dan 242 perempuan.

Penerbangan itu semula dijadwalkan pada pukul 19.15 Waktu Arab Saudi (WAS), namun mundur lebih dari enam jam karena kendala teknis. Informasi keterlambatan diterima PPIH dari pihak maskapai sekitar pukul 18.45 WAS.

"Kami langsung bergerak cepat, meminta maskapai untuk memenuhi hak jemaah sesuai kontrak, termasuk pemberian konsumsi selama menunggu penerbangan," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi Abdul Basir, di Jeddah, Sabtu, 14 Juni 2025.

 

 

Skema Pemulangan Jemaah Haji Iran dari Arab Saudi

Jemaah haji asal Iran menjalankan umrah pada Mei 2024. (dok. Abdel Ghani BASHIR / AFP

Sementara, perang Israel versus Iran berdampak pada proses pemulangan jemaah haji Iran dari Arab Saudi. Raja Salman, berdasarkan rekomendasi Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, memerintahkan Kementerian Haji dan Umrah memberi dukungan dan layanan penuh kepada para jemaah Iran agar selamat sampai di rumah.

Mengutip Saudi Gazette, Senin (16/6/2025), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi selanjutnya mendirikan ruang operasi khusus untuk memantau status jemaah Iran sepanjang waktu dan memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi selama di Makkah dan Madinah. Sekitar 76.000 warga Iran berangkat haji pada tahun ini.

Berkoordinasi dengan otoritas Saudi yang relevan, Arab Saudi telah menyusun rencana pemulangan jemaah haji Iran secara rinci berdasarkan permintaan dari pihak Iran yang bertanggung jawab atas urusan jemaah. Hal itu untuk menjamin kelancaran logistik dan transportasi yang lancar di semua tahap kepulangan mereka.

 

 

Menurut rencana, jemaah Iran akan menggunakan penerbangan domestik dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz di Madinah menuju Bandara Arar. Dari sana, mereka akan melanjutkan perjalanan melalui darat melalui pelabuhan darat Arar yang baru didirikan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Iran.

Proses Pemulangan Jemaah Iran Dimulai

Panas ekstrem melanda Makkah di musim haji 2025. (dok. Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Tahap pemulangan jemaah Iran secara resmi dimulai pada Jumat, 13 Juni 2025. Namun, kelompok pertama jemaah Iran pulang ke kampung halaman pada Minggu, 16 Juni 2025. Jajaran Arab Saudi tetap berada di lokasi untuk memastikan kepulangan semua jemaah dengan aman dan bermartabat, menyediakan layanan langsung dan dukungan berkelanjutan.

Pada hari yang sama, Menteri Haji dan Umrah Tawfiq Al-Rabiah melakukan panggilan telepon dengan Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran Dr. Alireza Bayat. Al-Rabiah meyakinkan Dr. Bayat tentang keselamatan dan kelancaran pelaksanaan rencana pemindahan jemaah haji Iran di semua tahap kepulangan mereka.

Dr. Bayat menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya yang sebesar-besarnya kepada Raja dan Putra Mahkota atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada jamaah haji Iran selama mereka tinggal di Kerajaan. Ia juga menghargai dedikasi menteri dan tindak lanjutnya yang berkelanjutan untuk memfasilitasi prosedur mereka dan memastikan kenyamanan mereka di semua tahap haji.

Beda haji ifrad, qiran, dan tamattu. (dok. Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya