Liputan6.com, Jakarta Matchday pertama Grup F Piala Dunia Antarklub 2025 akan menyajikan duel menarik antara Fluminense dan Borussia Dortmund. Laga ini akan digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, pada Selasa, 17 Juni 2025, pukul 23.00 WIB. Kedua tim membawa latar belakang dan ambisi berbeda ke dalam pertandingan ini.
Fluminense datang dengan status runner-up edisi sebelumnya usai dikalahkan Manchester City 0-4 di final. Meski menelan kekalahan menyakitkan tersebut, Tricolor tetap menjadi wakil Brasil yang patut diperhitungkan. Di sisi lain, Dortmund akan menjalani debutnya di ajang ini setelah lolos berkat peringkat koefisien UEFA empat tahunan.
Advertisement
Kehadiran klub Brasil dan Jerman di panggung dunia ini menjadi bukti besarnya daya tarik turnamen edisi 2025. Laga ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain bintang dari kedua kubu untuk unjuk kemampuan di hadapan publik Amerika Serikat.
Fluminense: Bangkit dan Tertata
Fluminense datang ke MetLife Stadium dengan performa yang konsisten di kompetisi domestik. Tim asuhan Renato Gaucho sedang menempati peringkat enam klasemen sementara Serie A Brasil dengan koleksi 20 poin. Mereka juga baru saja menang 2-0 atas Internacional pada 2 Juni lalu meski hanya menciptakan 0,34 expected goals dari permainan terbuka.
Tricolor menunjukkan tren positif dalam urusan mencetak gol. Dalam empat laga terakhir, mereka berhasil mengemas sepuluh gol, sama banyaknya dengan total gol mereka di sembilan pertandingan sebelumnya. Dalam enam dari tujuh pertandingan terakhir, Fluminense bahkan selalu mencetak minimal dua gol.
Di lini pertahanan, Fluminense tampil cukup solid. Mereka mencatat dua clean sheet beruntun dan tak terkalahkan dalam enam laga terakhir, meraih lima kemenangan. Meski begitu, mereka sempat terseok dengan dua hasil imbang dan tiga kekalahan di tujuh pertandingan sebelumnya.
Dortmund: Modal Panas dari Bundesliga
Borussia Dortmund menatap Piala Dunia Antarklub ini dengan semangat tinggi setelah menutup musim Bundesliga dengan apik. Tim asal Jerman itu finis di posisi keempat dengan 57 poin, memastikan tiket Liga Champions musim depan. Performa luar biasa di akhir musim menjadi titik balik di bawah pelatih Niko Kovac.