Gabung City demi Ballon d'Or: Begini Ambisi Besar Rayan Cherki Usai Tinggalkan Lyon

Rayan Cherki resmi bergabung dengan Manchester City dan mengungkap ambisinya untuk meraih Ballon d'Or bersama klub asuhan Pep Guardiola.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 16 Juni 2025, 02:26 WIB
Rayan Cherki saat ini dianggap sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di Prancis. Lyon harus merogoh kocek hingga 59.000 pounds per pekan untuk berusia 19 tahun itu. (Photo by Valentine CHAPUIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Rayan Cherki akhirnya resmi menjadi bagian dari Manchester City. Gelandang asal Prancis ini bergabung dari Lyon dengan biaya transfer €36,5 juta, dan langsung bergabung dengan rekan-rekan barunya di kamp latihan di Miami.

Ambisi Cherki sangat jelas sejak remaja: memenangkan Liga Champions dan menjadi pemain terbaik dunia. Kini, di bawah bimbingan Pep Guardiola, ia yakin impiannya bisa terwujud.

Dengan kepergian Kevin de Bruyne ke Napoli, City membutuhkan suntikan kreativitas baru. Cherki pun siap mengambil tantangan itu dan menulis sejarahnya sendiri.


Impian Ballon d'Or Bersama Manchester City

Rayan Cherki merupakan talenta muda jebolan Olympique Lyon. Di usianya yang baru 18 tahun, ia telah membuat lebih dari 60 penampilan senior. Sayangnya, belakangan ini ia jarang dimainkan dan baru mencetak 2 gol dan 4 assist pada musim ini. (AFP/Olivier Chassignole)

Cherki tak ragu menyatakan alasannya memilih Manchester City. Ia melihat klub ini sebagai tempat ideal untuk meraih penghargaan tertinggi dalam dunia sepak bola: Ballon d'Or.

“Ketika melihat Rodri bisa menang Ballon d'Or, jelas bahwa di Manchester City, semuanya mungkin,” kata Cherki dalam sesi latihan di Miami. “Saya ke sini untuk itu.”

Pemain berusia 21 tahun itu sebelumnya hampir menjadi pahlawan dalam laga final Nations League saat membela Prancis melawan Spanyol. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan nyaris membalikkan keadaan lewat aksi individunya.


Tak Khawatir Dibatasi Gaya Main Guardiola

Pemain Lyon, Rayan Cherki merayakan gol penyeimbang 2-2 ke gawang Manchester United dalam laga leg 1 perempat final Liga Europa 2024/2025 di Parc Olympique Lyonnais Groupama stadium, Decines-Charpieu, Prancis. (AFP/Olivier Chassignole)

Meski Pep Guardiola kerap disebut membatasi kebebasan pemain kreatif, Cherki justru melihatnya dari sisi berbeda. Ia merasa mendapatkan kebebasan penuh dari sang pelatih.

“Pep berkata kepada saya, ‘Ketika kamu memegang bola, kamu bebas.’ Itu sangat cocok dengan saya karena itu kualitas utama saya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Guardiola juga menyebut bahwa Cherki bisa bermain di banyak posisi, bukan hanya sebagai gelandang serang nomor 10. “Saya hanya ingin bermain. Sistemnya jelas, dan saya ingin menang di Manchester City seperti Pep juga ingin menang segalanya.”


Pengganti De Bruyne? Cherki Ingin Tulis Cerita Sendiri

Cherki tiba di Manchester di saat yang krusial: Kevin de Bruyne telah resmi meninggalkan klub menuju Napoli. Dalam sepuluh musimnya, De Bruyne mencatat 119 assist, terbanyak kedua dalam sejarah Premier League.

Namun, Cherki menolak dibandingkan langsung. “Saya bukan Kevin de Bruyne, dia legenda,” ujarnya. “Saya di sini untuk bantu tim dan menulis sejarah saya sendiri.”

Dengan kalender pertandingan yang padat termasuk Piala Dunia Antarklub, Cherki menegaskan kesiapannya. “Saya ingin bermain di semua kompetisi dan meninggalkan kesan. Saya siap untuk itu.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya