Liputan6.com, Jakarta - Kabar gembira datang dari sektor aviasi. Pertamina Patra Niaga makin serius menggarap energi bersih, khususnya Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang diolah dari minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO). Komitmen ini dipertegas dalam pertemuan lanjutan dengan raksasa produsen pesawat Airbus di ajang Indo Defence 2025, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Indo Defence 2025, pameran pertahanan internasional terbesar yang sudah ke-10 kalinya digelar, jadi panggung penting bagi kolaborasi strategis. Kali ini, fokusnya tak hanya soal alutsista, tapi juga inovasi energi berkelanjutan.
Advertisement
SAF Minyak Jelantah, Solusi Ramah Lingkungan untuk Langit Indonesia
VP Aviation Fuel Business Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, membeberkan progres terbaru kerja sama dengan Airbus yang sebelumnya sudah dituangkan dalam MoU di Bali International Airshow 2024.
"Sebagai tindak lanjut MoU dengan Airbus, kami sudah rampungkan proses sertifikasi bisnis dan operasional sesuai standar ISCC CORSIA. Ini langkah konkret kami bangun ekosistem UCO-SAF yang andal dan berkelanjutan di Indonesia," jelas Yosep dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/6/2025).
Lebih lanjut, Yosep membocorkan bahwa dalam waktu dekat, Pertamina Patra Niaga siap menyalurkan SAF ini ke maskapai penerbangan komersial berjadwal. SAF yang diproduksi langsung dari kilang Pertamina Group dengan bahan baku minyak jelantah ini, diyakini jadi solusi nyata untuk menurunkan emisi karbon di sektor penerbangan.
Demi menjamin distribusi aman dan keselamatan penerbangan, Pertamina Patra Niaga juga telah melewati proses JIG Inspection (Joint Inspection Group). Ini adalah standar global penanganan bahan bakar aviasi, lho! Hasilnya, fasilitas dan pengelolaan SAF milik Pertamina dinyatakan memenuhi standar mutu dan keselamatan internasional.
Airbus Beri Apresiasi, Indonesia Jadi Pelopor Dekarbonisasi Aviasi
Tentu saja, langkah progresif Pertamina Patra Niaga ini disambut baik oleh Airbus. Chief Representative Indonesia, Dani Adriananta, tak segan memberikan apresiasinya.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pertamina Patra Niaga mengembangkan SAF berbasis minyak jelantah. Kolaborasi ini jadi fondasi penting dorong dekarbonisasi sektor aviasi berkelanjutan, bukan hanya di Indonesia, tapi juga global," ungkap Dani.
Pengembangan SAF ini juga sejalan dengan Peta Jalan SAF Nasional, di mana Indonesia menargetkan bauran bahan bakar berkelanjutan pada penerbangan domestik secara bertahap mulai tahun ini hingga 2030.
Pertamina Patra Niaga ambil peran vital dalam fase komersialisasi awal, dengan memastikan kesiapan kilang, pasokan bahan baku domestik, dan kepatuhan terhadap standar global.
Dengan inisiatif ini, Pertamina Patra Niaga membuktikan perannya sebagai mitra strategis dalam transisi energi, baik nasional maupun internasional. Kolaborasi dengan pemain global seperti Airbus makin memperkuat upaya Pertamina hadirkan solusi energi bersih berbasis sumber daya lokal.