Liputan6.com, Jakarta - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjalin kerja sama dengan Universitas Musamus Merauke dalam rangka memperkuat pembumian nilai-nilai Pancasila di wilayah timur Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman diteken pada Kamis 13 Juni 2025, bersamaan pelaksanaan kuliah umum kebangsaan di lingkungan kampus.
Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi agen penguatan nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Advertisement
“Kita harapkan mahasiswa yang hadir hari ini keluar sebagai relawan kebajikan Pancasila untuk merawat persatuan Indonesia,” kata Prakoso.
Ia menegaskan, Pancasila sebagai dasar negara sudah menjadi kesepakatan bersama seluruh bangsa Indonesia, dan pembumian nilai-nilainya merupakan tanggung jawab kolektif.
“Ini akan terus kita kuatkan, dan Universitas Musamus kami harapkan menjadi benteng ideologi Pancasila di wilayah timur,” ujarnya.
Menjadikan Pancasila sebagai Inspirasi
Wakil Rektor I Universitas Musamus, Daud Andang Pasalli yang hadir mewakili Rektor, mengatakan, kampus ini telah mengalami perkembangan signifikan sejak berdiri 25 tahun lalu. Kini Universitas Musamus memiliki 17.000 mahasiswa dengan enam fakultas dan 32 program studi.
“Kami memulai dengan enam program studi dan meminjam ruang kelas SMA. Sekarang kami tengah mengusulkan pendirian Fakultas Kedokteran untuk memperkuat peran kami di Papua,” ujar Wakil Rektor.
Menurutnya, Musamus juga aktif mendorong semangat kebersamaan dalam keberagaman. Sekitar 20 persen mahasiswa berasal dari luar Papua dan setiap tahun kampus menyelenggarakan Festival Kebangsaan sebagai wadah ekspresi seni budaya dari berbagai daerah.
Asisten Pemerintahan, Otonomi Khusus, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno mewakili Gubernur Papua Selatan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Kita semua bertanggung jawab memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan dalam kehidupan sosial dan ekonomi,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang damai dan inklusif.
Refleksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi dalam pidatonya menyampaikan refleksi sejarah kemerdekaan Indonesia yang dianggap sebagai pencapaian luar biasa di tengah gejolak Perang Dunia II.
“Proklamasi hanya 50 detik, tapi berhasil mempersatukan setidaknya 57 kerajaan dan kesultanan tanpa satu peluru pun. Itu tidak terjadi di negara manapun di dunia,” kata Yudian.
Ia menekankan pentingnya memahami Bhinneka Tunggal Ika secara kontekstual dan aplikatif. Perbedaan, menurutnya, harus dilihat sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dalam kehidupan bersama.
BPIP juga memperkenalkan Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila yang disusun bersama Kementerian Pendidikan, Dasar dan Menengah. Buku ini dirancang untuk semua jenjang pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi, dengan penekanan pada praktik nilai Pancasila.
“Sebanyak 70 persen isinya praktik langsung, 30 persen teori. Ini akan dibimbing langsung oleh guru dan juga melalui pengamatan kehidupan nyata,” jelasnya.
Memperkuat Peran Perguruan Tinggi
Pelatihan untuk guru-guru se-Papua dijadwalkan berlangsung pada September hingga November 2025, bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Musamus.
Selain itu, BPIP juga tengah mempersiapkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pancasila yang ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini atau tahun depan.
"Kami tidak memberikan dana karena itu di luar kewenangan kami. Tapi kami mendukung dan memfasilitasi program-program yang memperkuat nilai kebangsaan,” tegasnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam membumikan Pancasila serta membentuk generasi muda yang berkarakter, inklusif, dan berjiwa kebangsaan.
Usai memberi kuliah umum, Kepala BPIP melakukan penanaman pohon kenanga bersama Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso, Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Adhianti dan Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP, Toto Purbiyanto,