Liputan6.com, Jakarta Langkah strategis berupa evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah destinasi wisata unggulan tengah dipersiapkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) terhadap sejumlah destinasi wisata unggulan yang ada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Kukar. Adapun program tersebut adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pariwisata demi menarik minat lebih banyak wisatawan, baik itu domestik maupun internasional.
Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa sedikitnya tujuh hingga delapan objek wisata akan menjadi fokus evaluasi pada tahun ini.
Advertisement
“Kami akan melakukan penilaian secara menyeluruh, mencakup aspek fasilitas, kebersihan, hingga manajemen pengelolaannya. Beberapa destinasi yang menjadi prioritas adalah Waduk Panji, Pulau Kumala, dan Pantai Tanah Merah,” jelas Arianto, Kamis (12/06/2025).
Arianto menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak setengah-setengah. Diperlukan komitmen yang kuat untuk menata destinasi wisata agar mampu bersaing, sekaligus memberikan pengalaman berkunjung yang berkualitas bagi wisatawan.
“Wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat untuk bersantai, tapi juga pengalaman yang berkesan dan informatif,” ujarnya.
Peluang Jadi Destinasi Unggulan
Salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar adalah area Tugu Ekuator di Desa Santan Ulu. Arianto melihat lokasi ini sebagai peluang strategis untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan, apalagi jika konsep pengembangannya mampu menggabungkan elemen rest area, wisata kuliner, dan edukasi berbasis alam.
“Kalau dikemas dengan baik, tempat ini bisa menjadi ikon baru pariwisata Kukar,” katanya optimistis.
Arianto menambahkan bahwa konsep wisata edukatif akan menjadi arah utama dalam pengembangan destinasi ke depan. Dispar Kukar menginginkan agar kawasan wisata tidak semata-mata menjadi tempat rekreasi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pembelajaran yang menyatu dengan alam dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
“Kita ingin pengunjung pulang dengan membawa pengalaman dan pengetahuan baru,” tambahnya.
Meski demikian, ia tak menampik bahwa masih banyak pekerjaan rumah dalam pengelolaan pariwisata Kukar. Tidak hanya infrastruktur fisik, sistem manajemen dan tata kelola juga memerlukan perbaikan serius.
“Kami ingin membangun tata kelola yang profesional agar sektor ini bisa memberikan kontribusi ekonomi yang lebih maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Pulau Kumala yang jadi salah satu ikon wisata di Kukar tengah dalam proses pembangunan wahana Waterboom. Arianto menekankan pentingnya pengelolaan yang matang agar proyek ini benar-benar menjadi magnet wisata baru dan bukan sekadar fasilitas tambahan yang tak berdampak besar.
Tak ketinggalan Pantai Tanah Merah yang menunjukkan tren positif. Arianto mengungkapkan bahwa destinasi ini mulai ramai dikunjungi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar hingga organisasi sosial.
“Tingginya permintaan izin kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang besar. Ini sinyal positif bagi pertumbuhan sektor wisata kita,” ucapnya.
Dengan serangkaian evaluasi dan pembenahan yang akan dilakukan, Dispar Kukar optimis sektor pariwisata daerah akan tumbuh semakin kompetitif.
“Kalau kita bisa benahi dari manajemen hingga fasilitas, saya percaya destinasi wisata Kukar bisa jadi andalan Kalimantan Timur,” pungkas Arianto.