Legenda Urban: Hantu Romusha dan Tentara Jepang di Kawasan Tambang Ilegal Bukit Soeharto

Jejak kelam di wilayah ini juga terjadi di masa penjajahan Jepang. Konon, tempat ini menjadi lokasi pembuangan mayat pekerja paksa atau romusha.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 13 Juni 2025, 01:00 WIB
Ilustrasi Setan Hantu. (Cottonbro studio/Pexels)

Liputan6.com, Samarinda - Jejak penjajahan masa lalu menyisakan aura mistis dan angker di salah satu wilayah di Kalimantan Timur, yakni di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Konon, warga kerap melihat penampakan para pekerja romusha dan tentara Jepang di kawasan tambang batu bara ilegal di sekitar Bukit Soeharto.

Hutan primer di Kalimantan Timur ini menjadi lokasi praktik pertambangan batu bara ilegal. Meski pelaku sudah berulang kali dibekuk aparat kepolisian, sayangnya aktivitas tambang tersebut telah menyebabkan kerusakan lingkungan di Tahura Bukit Soeharto berupa lubang-lubang bekas tambang batu bara. Bahkan, terdapat lubang sebesar lapangan bola.

Jejak kelam di wilayah ini juga terjadi di masa penjajahan Jepang. Konon, tempat ini menjadi lokasi pembuangan mayat pekerja paksa atau romusha.

Cerita tersebut membuat kawasan ini terkenal angker. Warga sekitar kerap melihat arwah pekerja romusha dan tentara Jepang yang seolah sedang mengawasi pekerjaan mereka.

Kisah ini bermula dari cerita penyiksaan pekerja romusha saat Jepang menduduki Indonesia pada 1942 hingga 1945. Mereka yang mati dibuang ke kawasan ini begitu saja tanpa dikuburkan dengan layak.

Hantu pekerja romusha biasanya menampakkan diri sebagai rombongan pekerja yang sedang mengangkat peti. Berada di belakang mereka, terdapat hantu tentara Jepang yang mengenakan seragam lengkap dengan senapan laras panjang. 

Beberapa warga mengaku pernah diganggu oleh hantu tersebut. Konon, beberapa kasus penampakan juga membuat korbannya hilang saat melintasi kawasan ini dan sulit ditemukan. Jika akhirnya berhasil ditemukan, biasanya mereka dalam kondisi setengah gila.

 

Keindahan Alam

Selain menyimpan sejarah kelam di zaman penjajahan Jepang, Bukit Soeharto juga menyimpan sejarah kelam di masa Orde Baru.

Pada masa itu, sempat terjadi peristiwa operasi Penembakan Misterius (Petrus) yang menyerang orang-orang yang dianggap sebagai pelaku kriminal. Konon, kawasan ini juga menjadi tempat pembuangan mayat-mayat korban Petrus.

Beberapa warga juga sempat melihat penampakan korban Petrus dengan wajah rusak. Hantu ini berbau tak sedap dengan kondisi menyeramkan.

Terlepas dari beragam kisah horor yang menyelimuti Tahura Bukit Soeharta, kawasan ini sebenarnya menyimpan keindahan alam yang memukau. Cerita-cerita mistis di kawasan tambang batu bara ilegal ini pun menjadi legenda urban yang terus hidup dan menjadi bagian dari sejarah kelam masa lalu.

Penulis: Resla

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya