14 Laga Menuju Piala Dunia: Mampukah Tuchel Bangun Timnas Inggris?

Tekanan mulai menghimpit Thomas Tuchel setelah dua laga internasional Inggris yang membosankan. Dengan waktu persiapan menuju Piala Dunia hanya setahun, pertanyaan besar muncul: Apakah Tuchel Pilihan yang Tepat?

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 12 Juni 2025, 04:51 WIB
(Dari kiri ke kanan) Bek Inggris #02 Kyle Walker, kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 Ezri Konsa, bek Inggris #12 Dan Burn, gelandang Inggris #17 Curtis Jones, gelandang Inggris #10 Jude Bellingham, dan penyerang Inggris #11 Marcus Rashford, (dari kiri ke kanan) gelandang Inggris #04 Declan Rice, penyerang Inggris #09 Harry Kane, bek Inggris #23 Myles Lewis-Skelly, dan gelandang Inggris #07 Phil Foden, berpose untuk foto bersama sebelum kick-off pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K antara Inggris dan Albania, di stadion Wembley di London, Sabtu dini hari WIB (22-3-2025). (Glyn KIRK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Tekanan mulai menghimpit Thomas Tuchel setelah dua laga internasional Inggris yang membosankan. Kekalahan dari Senegal menambah daftar keraguan terhadap masa depan sang pelatih Jerman.

Meski baru bekerja enam bulan, sorotan terhadap Tuchel sudah sangat tajam. Ia kini harus menghadapi kenyataan bahwa waktu, ekspektasi, dan struktur tim nasional adalah tantangan berbeda dari klub.

Dengan waktu persiapan menuju Piala Dunia hanya setahun, pertanyaan besar muncul: apakah Tuchel bisa menyelamatkan proyeknya, atau justru proyek ini sejak awal tak layak dijalankan?


Awal yang Terseok, Proyek Tuchel Mulai Dipertanyakan

Pelatih baru Timnas Inggris, Thomas Tuchel memberikan instruksi kepada pemainnya saat laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Albania di Wembley Stadium, London, Jumat (21/03/2025) waktu setempat. (AP Photo/Alastair Grant)

Inggris kalah 1-3 dari Senegal dalam laga persahabatan yang seharusnya menjadi uji coba strategis. Namun penampilan yang datar dan tidak terorganisir membuat atmosfer di City Ground berubah muram.

Tak hanya kecewa, fans bahkan meneriakkan “Tuchel Out” saat pelatih meninggalkan lapangan. Gestur hormat pemain kepada penonton pun terasa dingin dan terburu-buru.

Ini bukan hanya soal kalah dari tim peringkat 19 FIFA. Ini tentang bagaimana Tuchel belum menunjukkan arah jelas sejak mengambil alih skuad nasional.


Kontrak Singkat, Harapan Besar

Pelatih baru Timnas Inggris, Thomas Tuchel memimpin laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Albania di Wembley Stadium, London, Jumat (21/03/2025) waktu setempat. (AFP/Glyn Kirk)

Tuchel datang dengan kontrak 18 bulan, durasi yang tidak umum untuk pelatih timnas. Ia menyebut ini sebagai eksperimen yang bisa menggairahkannya dan membantu fokus jangka pendek.

Namun justru kontrak pendek ini bisa jadi bumerang. Kesalahan kecil membesar karena waktu untuk memperbaiki sangat terbatas.

Dalam 14 laga yang tersedia hingga Piala Dunia, Tuchel dituntut menciptakan identitas baru, menyingkirkan bayang-bayang Gareth Southgate, dan menghasilkan hasil nyata.


Saatnya Ucapkan Terima Kasih ke Generasi Lama?

Gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, tampil selama 90 menit penuh saat timnya menang 2-0 atas Albania pada laga perdana Grup K kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Wembley, London, Sabtu (22/3/2025) dini hari WIB. (AFP/Glyn KIRK)

Salah satu masalah Tuchel adalah ketergantungannya pada pemain senior yang mulai menurun. Jordan Henderson, misalnya, kembali ke tim setelah sebelumnya dicoret oleh Southgate.

Padahal di lini tengah sudah ada Rice dan Bellingham, ditambah opsi muda seperti Gallagher dan Adam Wharton. Henderson kini lebih menjadi simbol masa lalu ketimbang solusi masa kini.

Keputusan memainkan Henderson di laga lawan Andorra tampak lebih sentimental ketimbang strategis.


Kyle Walker: Legenda yang Kehabisan Waktu

Aksi bek Inggris, Kyle Walker, saat laga uji coba melawan Senegal di Stadion City Ground, Rabu (10/6/2025) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

Kyle Walker jadi sorotan tajam usai tampil buruk melawan Senegal. Ia terlambat menutup ruang saat Ismaila Sarr mencetak gol pembuka.

Penampilan lamban Walker memicu kritik dari pundit seperti Roy Keane yang menyebutnya "malas", meski masalah utamanya adalah kecepatan yang mulai hilang karena usia.

Lanjut Baca:

Dengan status pinjaman ke Milan dan absen dari skuad Manchester City di Club World Cup, Walker tampak bukan lagi pilihan utama, meski Tuchel masih membelanya secara terbuka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya