Liputan6.com, Jakarta Manchester City meresmikan transfer Tijjani Reijnders dari AC Milan dengan nilai awal sebesar 46,5 juta pounds dan kontrak lima tahun. Gelandang asal Belanda itu menjadi rekrutan keempat Pep Guardiola musim panas ini setelah Rayan Ait-Nouri, Marcus Bettinelli, dan Rayan Cherki.
Perekrutan Reijnders dilakukan tepat waktu agar ia bisa masuk skuad untuk FIFA Club World Cup di Amerika Serikat. City akan memulai turnamen pada 18 Juni melawan Wydad AC di Philadelphia, dan Reijnders berpeluang melakoni debutnya dalam laga itu.
Advertisement
“Saya sangat gembira bergabung dengan Manchester City,” kata Reijnders. “Ini klub besar dengan pelatih terbaik di dunia. Saya ingin meraih banyak kesuksesan bersama mereka dalam beberapa tahun ke depan.”
Menambal Kehilangan De Bruyne
Kepergian Kevin De Bruyne meninggalkan celah besar di lini tengah City, dan Reijnders diproyeksikan sebagai solusi utama untuk mengisi peran tersebut. Reijnders tampil impresif musim lalu bersama Milan dengan 15 gol dari 54 laga, dan terpilih sebagai gelandang terbaik.
Selain Reijnders, City juga mendatangkan Cherki dan Ait-Nouri untuk memperkuat kedalaman skuad. Total belanja ketiga pemain tersebut hanya sekitar 108 juta pounds, jauh lebih ekonomis dibandingkan harga Florian Wirtz yang sempat masuk radar City dengan banderol 127 juta pounds.
Langkah ini memperlihatkan keseriusan City menghadapi Club World Cup yang menjanjikan hadiah hingga 97 juta pounds. Guardiola tampaknya enggan menganggap remeh turnamen ini, terutama di tengah kondisi skuad yang mulai menua dan tidak stabil.
Solusi Dinamis untuk Lini Tengah
Reijnders dianggap sebagai gelandang box-to-box yang bisa memberi warna baru pada permainan City. Ia mencatatkan 10 gol dan 5 assist di Serie A musim lalu, serta memimpin liga dalam urusan menciptakan fase serangan yang berujung tembakan.
Tak hanya tajam di lini serang, Reijnders juga dikenal karena kemampuan membawa bola dan menciptakan peluang sekunder. Ia termasuk dalam lima besar pemain Serie A dalam hal umpan terobosan dan aksi progresif lebih dari 10 meter.
Dengan kombinasi fisik, mobilitas, dan kreativitas, Reijnders menawarkan dimensi berbeda di lini tengah City. Kemampuannya membawa bola dari lini belakang ke depan bisa menjadi aset penting dalam transisi permainan yang sangat dibutuhkan Guardiola saat ini.