Makan Bergizi Mendorong Perputaran Ekonomi Desa, Begini Penjelasannya

Ia mengklaim program MBG dianggap penting untuk meningkatkan kualitas Ia gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia

oleh Panji PrayitnoDiperbarui 11 Juni 2025, 20:48 WIB
Dosen Universitas Islam Negeri Makassar Syamsul Qamar. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta Dosen Universitas Islam Negeri Makassar Syamsul Qamar menyebutkan program makan bergizi gratis (MBG) mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa. 

Menurutnya, program MBG tidak sekadar tentang penyediaan makanan, melainkan tentang investasi jangka panjang. Program tersebut didesain untuk menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya di tingkat desa termasuk di wilayah Sulawesi Selatan

Ia mengatakan, bahan pangan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis sebisa mungkin diambil dari produksi lokal seperti petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM desa di Makassar

“Dengan demikian, perputaran ekonomi desa pun mengalami peningkatan, petani dan peternak lokal mendapatkan pasar yang lebih luas dan stabil, UMKM pangan berkembang dengan meningkatnya permintaan bahan baku, lapangan kerja baru terbuka di sektor pertanian, distribusi, hingga penyediaan makanan, pendapatan masyarakat desa meningkat,” ujar Syamsul saat sosialisasi MBG di Makassar, Senin (9/6/2025).

Ia mengatakan, MBG merupakan program andalan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan gizi. Oleh karena itu, program tersebut dianggap penting untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia, serta mendukung pembangunan SDM yang lebih unggul.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional merupakan sebuah langkah strategis dan visioner yang memberikan banyak manfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Syamsul.

Syamsul Qamar juga menyampaikan efek ganda (multiplier effect) dengan adanya program MBG dapat mempercepat pembangunan desa, mengurangi angka kemiskinan, dan memperkecil ketimpangan antar wilayah. 

“Sehingga, dari satu program strategis, kita memperoleh manfaat besar di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi sekaligus, namun kita juga harus menyadari, keberhasilan program ini tidak bisa dicapai tanpa dukungan, keterlibatan aktif, dan kepercayaan dari masyarakat,” terangnya 

Dapur Sehat

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk membuktikan bahwa pemerintah sungguh hadir dan bekerja nyata demi kesejahteraan rakyat. Dengan memperkuat kepercayaan masyarakat, maka program-program lain pun akan lebih mudah diterima, diikuti, dan dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan,” tegas Syamsul.

Perwakilan Badan Gizi Nasional Ikeu Tanziha menyampaikan Peran serta Program Makan Bergizi Gratis mampu meningkatkan IQ anak bangsa agar dapat mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045. 

Ia juga memaparkan mengenai dapur sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan dihidupi oleh masyarakat setempat.

“Peraturan untuk mengoperasikan SPPG, yaitu mengenai radius 6 km untuk setiap SPPG harus mampu menjangkau target penerima MBG sebanyak 3.000 - 3.500 sasaran,” papar Ikeu.

Selain itu, tenaga kerja dan pasokan bahan baku untuk SPPG juga harus terpenuhi dari sumber daya lokal yang berada di dalam jangkauan wilayah SPPG. 

Dengan demikian program makan bergizi gratis ini bukan hanya sekadar soal bagi-bagi makanan saja. Ini adalah intervensi strategis dalam pembangunan manusia. 

Program ini menjadi langkah konkret untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural yang telah menjerat banyak keluarga Indonesia. MBG adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menjamin bahwa tidak ada satu pun anak Indonesia yang tumbuh dalam kelaparan.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya