Kurs Dolar AS Hari Ini 11 Juni 2025, Rupiah Dibuka Menguat

Analis memproyeksikan rupiah atau kurs dolar AS akan bergerak cenderung melemah secara terbatas dalam waktu dekat,

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 11 Juni 2025, 10:48 WIB
Teller tengah menghitung mata uang dolar di penukaran uang di Jakarta, Junat (23/11). Nilai tukar dolar AS terpantau terus melemah terhadap rupiah hingga ke level Rp 14.504. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada awal perdagangan hari Rabu, 11 Juni 2025. Rupiah atau Kurs Dolar AS tercatat naik sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi 16.272 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di 16.275 per dolar AS.

Meski mencatat penguatan, analis memproyeksikan rupiah akan bergerak cenderung melemah secara terbatas dalam waktu dekat, terutama dipengaruhi oleh perkembangan global yang sedang berlangsung.

Tarik Ulur Negosiasi Dagang AS-Tiongkok

Menurut analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, pasar saat ini tengah mencermati dinamika perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Ia mengatakan bahwa “Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas terhadap dolar AS yang rebound di tengah antisipasi investor akan hasil positif dari pembicaraan tarif antara China dengan AS.”

Pertemuan antara Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjadi fokus perhatian.

Pertemuan ini dilaksanakan menjelang mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS yang pertama, digelar pada Senin, 9 Juni.

 

Respons Positif dari Pelaku Usaha

Selain rupiah, pada penutupan perdagangan, Senin (13/1/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pertemuan bilateral ini disambut baik oleh kalangan bisnis internasional. Perwakilan Perdagangan Internasional China, Li Chenggang, menyampaikan bahwa diskusi dilakukan secara profesional, rasional, mendalam, dan jujur.

Kedua negara dikabarkan telah menyepakati kerangka kerja guna mengimplementasikan konsensus yang dicapai oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam percakapan telepon pada 5 Juni serta dalam pembicaraan di Jenewa, Swiss.

Harapannya, perundingan ini dapat memperkuat kepercayaan antara kedua negara dan menciptakan hubungan ekonomi serta perdagangan yang lebih stabil dan sehat.

 

Inflasi AS Berpotensi Tekan Rupiah

Pegawai memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (5/1/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1) sore ini. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Di sisi lain, investor juga tengah mengantisipasi rilis data inflasi Amerika Serikat untuk bulan Mei. Inflasi AS diperkirakan meningkat sebesar 0,2 persen secara tahunan, dari 2,3 persen menjadi 2,5 persen.

Kenaikan ini mendorong penguatan dolar AS lebih lanjut, yang pada akhirnya menjadi tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.

Berdasarkan analisis saat ini, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 16.200 hingga 16.300 per dolar AS dalam jangka pendek.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya