Liputan6.com, Jakarta Diet MIND atau Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay adalah pengaturan pola makan untuk menjaga kesehatan otak termasuk mencegah demensia.
Penelitian awal dari Rush dan Harvard menunjukkan bahwa pola makan ini dapat membantu memperlambat penurunan kognitif.
Advertisement
“Sebuah studi baru yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Nutrition memperkuat bukti manfaat kesehatan otak dari diet MIND,” mengutip tulisan yang ditinjau ulang ahli gizi dan konsultan nutrisi, Jamie Johnson, RDN, dipublikasi di laman Verywell Health pada Selasa, 10 Juni 2025.
Para peneliti menganalisis data dari hampir 93.000 orang dewasa di Amerika Serikat (AS) dan menemukan bahwa mereka yang mengikuti diet tersebut pada awal studi memiliki risiko 9 persen lebih rendah untuk mengalami demensia. Di antara peserta Afrika-Amerika, Latin, dan Kulit Putih, risikonya 13 persen lebih rendah.
Di semua kelompok ras, peserta yang meningkatkan kepatuhan mereka terhadap diet selama 10 tahun memiliki risiko demensia 25 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak melakukannya.
"Hubungan protektif ini terlihat pada kelompok usia yang lebih tua, 60 tahun ke atas pada awal penelitian, serta pada kelompok usia yang lebih muda," kata Song-Yi Park, PhD, penulis studi dan profesor madya di University of Hawaii di Manoa, kepada Verywell.
Estimasi terbaru menunjukkan bahwa 42 persen orang dewasa AS yang berusia di atas 55 tahun dapat mengalami demensia.
"Meningkatkan kualitas diet pada usia yang lebih tua masih bermanfaat untuk mencegah demensia," kata Park.
Diet MIND Dikembangkan Sejak 2015
Dengan kata lain, diet MIND yang menyehatkan otak memberikan manfaat kognitif bahkan ketika dimulai pada usia yang sudah tak muda.
“Anda dapat menerapkan kebiasaan sehat ini di segala usia, seperti membatasi daging merah dan makan lebih banyak sayuran berdaun hijau, buah beri, ikan, dan unggas, seperti yang direkomendasikan dalam diet MIND,” jelas Johnson.
Diet MIND dikembangkan pada tahun 2015 untuk mendukung kesehatan otak dan tidak fokus pada penurunan berat badan.
Perpaduan Unsur-Unsur Diet Mediterania dan DASH
Diet MIND mencakup unsur-unsur dari diet Mediterania dan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Untuk mengikuti diet MIND, beberapa makanan yang perlu dikonsumsi yakni:
- Setidaknya tiga porsi biji-bijian utuh setiap hari.
- Satu porsi sayuran hijau non-daun setiap hari.
- Enam porsi sayuran hijau berdaun per minggu.
- Lima porsi kacang-kacangan per minggu.
- Empat porsi buncis per minggu.
- Dua porsi buah beri per minggu.
- Dua porsi atau lebih daging unggas per minggu.
- Satu porsi atau lebih ikan per minggu.
“Gunakan minyak zaitun sebagai lemak tambahan, dan batasi asupan daging merah, kue kering, keju, gorengan, serta mentega atau margarin,” papar Johnson.
Beda dengan Diet Mediterania dan DASH
Tidak seperti diet Mediterania dan DASH yang menganjurkan ikan berlemak setidaknya dua kali seminggu atau lebih sering, diet MIND menemukan semua jenis ikan dan makanan laut yang diteliti dapat melindungi otak dengan konsumsi sesedikit satu porsi seminggu.
“Target yang tampaknya lebih realistis bagi kebanyakan orang Amerika," kata Jennifer Ventrelle, MS, RDN, asisten profesor di departemen kedokteran keluarga dan pencegahan serta nutrisi klinis, dan ahli diet utama pada uji klinis diet dan gaya hidup MIND di Rush University Medical Center.
Meskipun diet MIND memiliki banyak kesamaan dengan diet Mediterania dan DASH, ada beberapa perbedaan antara ketiga pola makan ini.
Diet Mediterania meniru masakan dari negara-negara di Laut Mediterania dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung, penyakit Alzheimer, dan beberapa jenis kanker. Orang yang mengikuti diet Mediterania harus mengonsumsi buah, kacang-kacangan, dan minyak zaitun setiap hari serta mengonsumsi ikan beberapa kali seminggu.
Sementara, diet DASH dikembangkan untuk membantu orang mengelola tekanan darah, dan menekankan pembatasan natrium tidak lebih dari 2.300 mg per hari dan minum susu rendah lemak. Di sisi lain, diet MIND tidak menyertakan panduan khusus natrium atau susu.
Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dapat meningkatkan kesehatan otak dengan ketiga diet tersebut. Namun, diet MIND berfungsi dengan baik meskipun tidak menerapkannya dengan sangat ketat.
"Ketika dibandingkan satu sama lain, diet MIND terbukti memiliki manfaat baik pada tingkat kepatuhan tertinggi maupun tingkat kepatuhan menengah, sedangkan diet Mediterania dan DASH hanya memberikan manfaat ketika diikuti pada tingkat tertinggi," kata Ventrelle.