Israel Luncurkan Serangan Laut Pertama ke Houthi, Targetkan Dermaga di Hodeida

Seperti apa pernyataan Houthi atas serangan Israel? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 11 Juni 2025, 08:00 WIB
Kelompok Houthi berbaris dalam unjuk rasa dukungan untuk Palestina di Jalur Gaza dan menentang serangan Amerika Serikat (AS) di Yaman di luar Sanaa, Yaman, Senin (22/1/2024). (AP Photo)

Liputan6.com, Tel Aviv - Angkatan Laut Israel menyerang dermaga di Kota Hodeida yang dikuasai pemberontak di Yaman pada Selasa (10/6/2025), menandai serangan laut pertamanya terhadap pemberontak Houthi, sambil memperingatkan bahwa serangan lainnya bisa menyusul.

Serangan terhadap Hodeida diduga merusak fasilitas yang penting bagi pengiriman bantuan ke negara yang dilanda kelaparan dan perang itu, namun fasilitas tersebut juga diduga digunakan untuk penyelundupan senjata karena kapal-kapal dilaporkan kerap menghindari pemeriksaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baik Israel maupun Amerika Serikat (AS)sebelumnya telah menyerang pelabuhan di wilayah tersebut — termasuk serangan AS yang menewaskan 74 orang pada April — namun kini Israel bertindak sendiri menyerang pemberontak yang terus menembakkan misil ke arah Israel sebagai bentuk protes atas perang Israel melawan Hamas di Gaza.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa "tangan panjang" negaranya di udara dan laut akan menjangkau ke mana pun.

"Kami telah memperingatkan organisasi teroris Houthi bahwa jika mereka terus menembakkan senjata ke arah Israel, mereka akan menghadapi respons yang kuat dan akan menghadapi blokade laut dan udara," ujarnya seperti dilansir AP.

Pada Selasa malam, militer Israel menyatakan bahwa sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman kemungkinan besar telah dicegat saat ledakan terdengar di Yerusalem — kemungkinan besar berasal dari tembakan pencegat. 

Respons Houthi

Kiprah kelompok Houthi menyita perhatian publik usai mendeklarasikan blokade terhadap kapal laut yang menuju Israel di Laut Merah. Blokade itu diklaim hanya akan berakhir jika Israel mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. (AP Photo)

Serangan Israel mengenai Hodeida pada Selasa pagi. Houthi belum memberikan penilaian kerusakan secara langsung dan tidak ada video yang langsung dirilis oleh saluran satelit al-Masirah milik mereka.

"Serangan ini tidak berdampak bahkan terhadap semangat rakyat kami, yang setiap pekan turun ke jalan mendukung Gaza," tulis Nasruddin Amer, wakil kepala kantor media Houthi.

Militer Israel mengatakan bahwa serangan dilancarkan dari kapal-kapal perang yang dilengkapi rudal. Ini merupakan perubahan pendekatan bagi Israel, yang sebelumnya hanya mengandalkan serangan udara untuk menargetkan Houthi.

Angkatan laut Israel, yang terdiri dari lebih dari 9.000 personel, sebagian besar dikerahkan di Laut Mediterania sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang yang saat ini terjadi di Gaza.

"Serangan ini dilakukan untuk menghentikan penggunaan pelabuhan untuk tujuan militer," kata militer Israel, tanpa memberikan penilaian kerusakan.

"Pelabuhan ini digunakan untuk memindahkan senjata dan merupakan contoh lain dari eksploitasi tanpa rasa tanggung jawab terhadap infrastruktur sipil oleh rezim teroris Houthi demi mendukung aktivitas teror."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya