Mimpi Maharani Optimis Wujudkan Generasi Emas 20 Tahun Mendatang

Maharani menekankan bahwa manfaat program MBG tak hanya dirasakan oleh anak-anak

oleh Panji PrayitnoDiperbarui 10 Juni 2025, 18:51 WIB
Amggota Komisi IX DPR RI Maharani. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi IX DPR RI Maharani menyatakan optimis Indonesia akan mencetak generasi emas dua puluh tahun mendatang. Salah satu upaya yang tengah dilakukan yakni makan bergizi gratis (MBG).

Maharani menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap program MBG ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan gizi.

“Mari kita dukung bersama Program MBG demi mewujudkan Generasi Emas 2045. Saya yakin, dalam 20 tahun ke depan, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing,” ujarnya saat sosialisasi MBG di Riau, Senin (9/6/2025).

Lebih lanjut, Maharani menekankan bahwa manfaat program ini tak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga oleh para orang tua dan masyarakat umum.

Yakni terbukanya peluang kerja dan kebutuhan akan pasokan bahan pangan seperti telur, daging, dan ikan untuk mendukung operasional SPPG.

Sementara itu, perwakilan dari PKM Bagansiapiapi, Elia S. Simbolon, menyoroti pentingnya asupan gizi yang seimbang bagi tumbuh kembang anak. 

Ia menyampaikan bahwa dengan adanya program MBG, kebutuhan gizi bagi kelompok rentan seperti balita, ibu menyusui, dan ibu hamil dapat lebih terjamin.

Kemudian Analis Madya Deputi Penyaluran Wilayah II BGN Herry Setyadi Dewanto, menyampaikan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung agenda pembangunan SDM yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ketahanan Gizi

“Program MBG dari BGN tidak hanya memberikan asupan makanan bergizi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pemerataan pembangunan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herry menambahkan bahwa program MBG dirancang secara sistematis untuk menjangkau kelompok penerima manfaat yang paling membutuhkan, khususnya anak-anak sekolah, balita, dan ibu hamil yang rentan terhadap permasalahan kekurangan gizi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam upaya pemerintah memperkuat ketahanan gizi masyarakat dan mendukung terwujudnya generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

Tag Terkait

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya