Liputan6.com, Jakarta Osteoartritis adalah penyebab nyeri lutut kronis yang sering terjadi pada lansia. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan kartilago (tulang rawan) yang menyebabkan tulang saling bergesekan yang menimbulkan rasa sakit, kaku, dan pembengkakan di area lutut.
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan lutut dan pinggul Ricky Edwin P Hutapea mengatakan ada dua faktor yang menentukan pengobatan nyeri lutut osteoartrititis (OA) perlu dioperasi.
Advertisement
"Pertama, osteoartrititis ini sudah amat nyeri sampai menyebabkan penurunan kualitas hidup. Tidak sanggup jalan atau kuat jalan karena lutut sakit," kata dokter yang sehari-hari praktik di Eka Hospital BSD ini.
Faktor kedua, dilihat dari hasil pemeriksaan rontgen lutut. Bila hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan sudah stadium atau grade 4 maka dokter akan memikirkan opsi operasi.
Kondisi OA lutut pada stadium 4 sudah tergolong cukup berat. Ruang sendi di antara tulang sudah semakin mengecil, yang menyebabkan tulang rawan semakin menipis dan menimbulkan kekakuan pada sendi lutut.
Jika ada dua faktor di atas lalu pasien masih bisa aktif maka akan disarankan menjalankan operasi total knee replacement (TKR).
Tidak Harus Operasi TKR
Namun, apakah harus operasi?
"Tidak, hal tersebut dikembalikan ke pilihan pasien," kata Ricky saat bertemu awak media di Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Juni 2025.
"Dokter akan memberi tahu bahwa dari data yang sudah ada dengan operasi TKR pasien bisa lebih happy karena bisa kembali jalan-jalan, bermain bersama cucu, traveling. Bukan hanya terbatas pada kursi roda atau di rumah saja," katanya.
Apa Itu Total Knee Replacement?
Penggantian sendi lutut total atau total knee replacement/TKR adalah prosedur di mana sendi lutut yang rusak diganti dengan sendi buatan (prostesis).
Saat ini, ada teknologi advance menghadirkan inovasi terkini dalam operasi penggantian sendi lutut dengan menggunakan alat Velys Robotic-Assisted Total Knee Replacement.
Teknologi yang sudah ada di Eka Hospital BSD ini membantu & memungkinkan ahli bedah untuk melakukan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi sehingga mempercepat pemulihan pasien.
Keunggulan Velys Robotic TKR:
- Perencanaan operasi yang lebih akurat: Sistem Velys menggunakan data anatomi pasien secara spesifik untuk membuat rencana operasi yang dipersonalisasi.
- Presisi tinggi: Lengan robotik membantu ahli bedah dalam memposisikan implan sendi dengan akurat, sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
- Recovery pasca operasi lebih cepat : pasien melalakukan operasi pagi, siang dapat berdiri dan berjalan.
- Potensi hasil yang lebih baik: Akurasi yang lebih tinggi dapat meningkatkan fungsi lutut pasca operasi dan mengurangi risiko komplikasi.
Teknologi Robotic dalam Operasi TKR
Ricky mengatakan operasi TKR dengan teknologi Velys hanya berlangsung sekitar 1,5 jam dengan bius setengah badan. Bila pasien menjalani operasi pagi, pada sore hari dokter akan meminta pasien berlatih untuk beraktivitas.
"Ketika jam 10 sudah selesai, pasien akan dipindahkan ke recovery room lalu diobservasi tanda vital. Bila sudah baik maka akan masuk ke ruangan kamar," kata Ricky.