Sinar Terang Mandiri Tak Bagikan Dividen, Ini Alasannya

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menjelaskan kebijakan pembagian dividen ke depan akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan keputusan para pemegang saham dan kondisi bisnis di masa mendatang.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 10 Juni 2025, 15:42 WIB
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024.

Liputan6.com, Jakarta PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024. Keputusan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk, Ivo Wangarry, dalam Public Expose yang digelar pada Selasa (10/6/2025).

Ivo menjelaskan langkah ini sudah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan memilih untuk memprioritaskan penguatan fundamental dan mendukung rencana ekspansi bisnis.

"Tadi sudah disetujui oleh para pemegang saham bahwa untuk laba tahun 2024 perseroan belum membagikan Dividen karena kami masih fokus untuk memperkuat fundamental dan mendukung ekspansi bisnis perseroan," ujar Ivo.

Kebijakan Pembagian Dividen Akan Dievaluasi

Ivo menambahkan kebijakan pembagian dividen ke depan akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan keputusan para pemegang saham dan kondisi bisnis di masa mendatang.

"Selanjutnya kami terus akan mengevaluasi untuk kebijakan dividen nanti yang akan di tahun-tahun mendatang," katanya.

 

Target Kinerja 2025

Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Terkait dengan target kinerja pada 2025, Ivo menegaskan perseroan tetap konsisten menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Saat ini, target tersebut masih dalam tahap perhitungan, seiring adanya dua kontrak baru yang diperoleh perusahaan.

"Perseruan tetap konsisten untuk menargetkan dan mempertahankan tren peningkatan pendapatan dan laba agar tetap solid seperti tahun-tahun sebelumnya. Target pendapatan dan laba untuk 2025 masih dalam perhitungan terutama karena adanya dua kontrak yang baru," jelasnya.

Lebih lanjut, Ivo menyampaikan perusahaan akan terus fokus menyelesaikan proyek-proyek strategis yang sedang berjalan serta aktif mencari peluang kerja sama dan ekspansi yang memberikan nilai tambah jangka panjang.

 

Penggunaan Laba Bersih

Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam RUPST perdana MINE, para pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp306,5 miliar, dengan rincian disisihkan sebagai dana cadangan dan laba ditahan. 

Keputusan ini sejalan dengan strategi jangka menengah dan panjang Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi usaha secara berkelanjutan.

Ivo menegaskan sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan akan memperluas portofolio proyek. Perseroan memastikan bahwa setiap langkah ekspansi akan membawa nilai tambah dan memperkuat ketahanan bisnis ke depan.

“Perluasan proyek adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan usaha. Kami menyadari pentingnya membangun basis klien yang lebih luas agar lebih adaptif terhadap dinamika industri. Kami tetap berkomitmen menjaga hubungan profesional yang solid dengan mitra yang sudah ada, sambil membuka peluang kemitraan baru,” pungkas Ivo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya